Wednesday, December 2, 2015

Bagi Kaum Pria Bisa Bercinta tanpa Kecupan, Tapi Wanita Tidak Bisa

 

Sebuah riset ekstensif telah menginvestigasi mengenai kuantitas signifikan antara pria dan wanita mengenai kecupan dan kasih sayang. Wanita ditemukan lebih sering berciuman ketimbang pria.
Namun, ada perbedaan pandangan arti dari sebuah ciuman antara pria dan wanita.

Wanita menganggap ciuman sebagai ekspresi cinta dan kasih sayang. Sementara pria, melihatnya sebagai hasrat untuk bercinta. Pada studi yang dipimpin oleh Susan Hughes dari Albright University dan Gordon Gallup dari University of Albanya, mengatakan bahwa setengah responden pria bersedia bercinta tanpa fase pemanasan yang identik dengan berbagai ciuman terlebih dulu.

Studi lain di Department of Experimental Psychology di University of Oxford, Inggris, terhadap 308 responden pria dan 549 responden wanita, mengatakan bahwa wanita memandang ciuman sebagai bentuk kedekatan hubungan, seleksi pasangan dan perasaan mendalam.

Lalu, studi membeberkan bahwa wanita tidak bisa memberikan ciuman pada seseorang tanpa perasaan cinta dan rasa peduli yang tinggi. Respon berciuman pada pasangan yang mereka cinta memberikan reaksi nyata pada organ tubuh lainnya.

Para responden wanita di studi tersebut mengatakan bahwa ciuman merupakan faktor penting dalam sebuah hubungan. Sebab, hal itu merefleksikan kedalaman hubungan emosional. Oleh karena itu, studi pun menyimpulkan bahwa fase foreplay atau pemanasan yang hangat bisa memprediksi kualitas bercinta.

Wanita tidak bisa bercinta tanpa adanya kecupan dan ciuman dari pasangan. Sebaliknya, pria merasa tidak masalah mengenai ada atau tidaknya kecupan sebelum bercinta.

Tuesday, December 1, 2015

Relasi Rossi-Lorenzo Sudah Tak Oke, Setelah Valencia Bagaimana?

 

Persaingan Valentino Rossi dengan Jorge Lorenzo musim ini sudah membuat hubungan keduanya jauh dari oke. Tak ayal kelangsungan eksistensi keduanya di Movistar Yamaha selepas MotoGP Valencia terus digunjingkan. MotoGP Malaysia lalu memang diramaikan dengan insiden antara Rossi dengan rider Repsol Honda Marc Marquez. Tetapi insiden itu sendiri pada akhirnya tidak lepas dari Lorenzo dan persaingannya dengan Rossi di perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015.

Dengan Rossi dan Lorenzo terus menjaga persaingan ketat sepanjang musim, keduanya kini akan menyongsong balapan pamungkas di Valencia pada akhir pekan. Sebelum "final" itu Yamaha tampaknya akan coba mendinginkan situasi antara keduanya.

"Kami ingin bicara kepada mereka. Sudah jelas bahwa telah ada yang rusak di antara keduanya," kata Direktur tim pabrikan Yamaha Massimo Meregalli kepada Corriere dello Sport.

"Sebelum insiden (di Malaysia) memang tidak berarti keduanya saling mencintai, tapi toh mereka sudah bekerja di satu boks yang sama walaupun punya krunya masing-masing," lanjutnya.

Dari rangkaian peristiwa yang sudah ada sejauh ini, banyak pihak menilai Rossi dan Lorenzo sudah tak lagi bisa berada di bawah satu atap. Memburuknya relasi itu sendiri pernah pula mereka jalani ketika masih satu tim di Yamaha pada 2008-2010. Ini yang pada prosesnya mendorong dugaan kalau satu dari mereka bisa saja putar haluan membela tim lain musim depan.

"Sedari titik ini kejuaraan dunia takkan lagi sama karena saya tak bisa melihat Valentino dan Lorenzo bekerja sama lagi. Walaupun kontrak-kontrak sudah diteken, skenario bisa berubah," kata Carlo Pernat, manajer rider Ducati Andrea Iannone, kepada Motorsport.com.

"Sudah pasti tahun depan akan (jadi hubungan yang) kacau antara Marquez dan Valentino. Terkait Lorenzo, setelah ucapannya, Yamaha sudah pasti akan mengambil tindakan terhadap dirinya," lanjut Pernat.

Di Sepang lalu Lorenzo bukan cuma tertangkap kamera mengacungkan jempol ke bawah ketika Rossi menerima piala di atas podium. Ia juga terang-terangan mengaku sudah kehilangan seluruh rasa hormat kepada rekan setimnya sendiri.

Hal itu kemudian memicu rumor Lorenzo akan hengkang dari Yamaha di akhir musim. Kemungkinan itu yang kemudian coba diulas Motorsport.com.

Ducati disebut sebagai salah satu kemungkinan kuat untuk Lorenzo kalau cabut dari Yamaha. Tetapi skenario itu juga bukannya tanpa kendala.

Saat ini dua rider Ducati, Iannone dan Andrea Dovizioso, sama-sama sudah terikat kontrak untuk musim 2016. Kemungkinan Ducati menyediakan motor ketiga, seperti pernah dilakukan Honda pada 2011, juga tidak bisa dilakukan begitu saja terkait dengan penampilan tim musim ini, persiapan, dan juga peraturan.

Salah satu solusi adalah Lorenzo menggantikan salah satu rider Ducati musim depan. Namun, ini juga tidak akan mudah karena artinya Iannone atau Dovizioso akan menuju pintu keluar.

"Iannone punya kontrak dengan Ducati sampai 2016, seperti Lorenzo (dengan Yamaha)," tegas Pernat, walaupun menambahkan bahwa kemungkinan kombinasi Rossi-Iannone di Yamaha "akan luar biasa".

Kemungkinan tersebut, tambah Pernat, juga membuat otoritas MotoGP harus dapat mengendalikan situasi demi mendapat solusi. "Jelas bahwa sejumlah perkembangan dapat terjadi. Dan kalau itu benar-benar terjadi, Dorna harus terlibat. Tidak mungkin memutuskan kontrak karena seriusnya konsekuensi finansial. Ya, rider bisa berganti tempat, tapi perubahan semacam itu harus disetujui Dorna."

Setelah itu ada pula kemungkinan pertukaran lain yang melibatkan Honda. Tetapi ini juga tidak kalah pelik.

Pertama-tama, membentuk sebuah tim berisikan Lorenzo dan Marquez diyakini bisa berujung pada friksi. Apalagi keduanya juga bukan dua rider yang akrab-akrab amat satu sama lain--walaupun media Italia mengklaim keduanya punya "kesepakatan" anti-Rossi.

Sudah begitu, jika Lorenzo hijrah Honda maka apa yang selanjutnya akan terjadi pada Pedrosa? Mengingat Pedrosa sudah sepanjang karier membela Honda, mengirimnya ke Yamaha pasti bakal terasa janggal.

Satu solusi lain yang turut dikedepankan Motorsport.com adalah tidak ada perubahan apa-apa. Namun, tim kerja Yamaha nantinya secara tegas benar-benar akan dibagi menjadi dua kubu; yang pertama untuk Rossi dan yang kedua buat Lorenzo.

"Ada sejumlah skenario berbeda. Tetapi saya pikir beberapa kontrak bisa diubah walaupun sudah ditandatangani. Mari kita tunggu sampai akhir musim untuk melihat apa yang dapat dilakukan," sebut Pernat.

MotoGP Valencia pada akhir pekan akan menutup musim ini sekaligus menentukan siapa yang jadi juara dunia MotoGP; Rossi kini mengoleksi 312 poin sedangkan Lorenzo punya 305 poin.

Salah Satu Potensi Penyebab Kecelakaan Lamborghini di Surabaya

 

Mobil Lamborghini yang menabrak pembeli STMJ di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, terjadi pada Minggu (29/11/2015) pagi. Belum diketahui pasti apa penyebabnya. Dugaan sementara yakni, melakukan balap liar di jalan umum.

Jusri Palubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, jika melihat dari waktu terjadi kecelakaan, yakni pagi hari maka kemungkinan pengemudi mengantuk cukup tinggi.

“Kita bukan menuduh pengemudi itu, tapi jika dilihat waktunya pagi hari buta, dan itu adalah Minggu pagi, ada kecenderungan juga pengemudi itu mengantuk. Apalagi pengemudinya masih berusia muda yang malam harinya bisa saja habis begadang atau belum tidur,”ujar Jusri kepada KompasOtomotif, Senin (30/11/2015) malam. Menurut Jusri, jika kecelakaan itu dilihat dari faktor kendaraan cukup kecil. Karena, mobil sekelas Lamborghini pasti didukung dengan peralatan yang cukup mumpuni.

“Apalagi kalau sampai rem blong itu tidak mungkin. Kecuali mobilnya sudah dimodifikasi sampai ke sektor pengereman. Ini Lamborghini yang harganya miliaran, jadi faktor keamanan dan keselamatannya juga pasti terjamin.

Dalam kecelakaan ini, polisi sudah mengumumkan bahwa Lamborghini meluncur dengan kecepatan 80 kpj. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari tanda cat yang dibuat polisi di lajur jalan, sebelum ke kiri dan menabrak penjual STMJ, mobil berada di sisi kanan jalan, berhimpitan dengan jalur hijau.

Tiba-tiba, mobil mengarah ke kiri, menabrak penjual STMJ dan pagar gedung pusat kecantikan, sebelum menabrak pohon. Saat ini pengemudi masih ditahan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia terancam hukuman penjara 12 tahun jika terbukti sengaja melakukan balap liar di jalan umum.

Jangan Coba-coba Masuk "Busway" karena Bus Transjakarta Tak Bisa Mengerem Mendadak!

 

Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih mengatakan, mayoritas kecelakaan yang melibatkan bus transjakarta terjadi di jalur bus transjakarta atau busway. Penyebabnya adalah penyerobotan busway oleh kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.


Kejadian terakhir yang dijadikan rujukan oleh Kosasih adalah tertabraknya seorang pengendara sepeda motor di Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (23/6/2015). Namun, ia memberikan pengecualian untuk kasus tertabraknya sejumlah sepeda motor oleh bus transjakarta, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2015).

"Sebagian besar kecelakaan yang melibatkan transjakarta, sekitar 80-90 persen terjadi di jalur busway dan karena ada kendaraan pribadi yang masuk ke situ. Sebagian besar kendaraan pribadinya itu kendaraan roda dua," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Menurut Kosasih, bus-bus transjakarta menggunakan sistem pengereman yang disebut "rem angin". Sistem ini membuat bus tidak bisa berhenti mendadak saat pedal rem diinjak. Hal inilah yang membuat sebagian besar kecelakaan antara bus transjakarta dan sepeda motor di busway selalu berujung maut.

"Karena remnya rem angin, begitu diinjak, perlu ada jeda beberapa meter sampai benar-benar berhenti. Tujuannya supaya penumpang yang ada di dalam tidak jatuh. Kalau direm langsung berhenti mendadak, semua penumpang yang ada di dalam bisa jatuh semua. Orang tua atau ibu hamil bisa jatuh," papar Kosasih.

Karena itu, Kosasih mengimbau agar pengguna kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, agar menaati peraturan lalu lintas. Peraturan itu terutama yang melarang kendaraan selain bus transjakarta untuk masuk busway.

"Seperti yang di Plumpang. Ada motor dengan muatan cukup banyak masuk ke jalur busway. Dia coba naik separator. Karena separatornya agak tinggi, ditambah muatannya cukup banyak, dia oleng dan menabrak kontainer yang ada di depannya. Dia jatuh ketika busnya lewat. Busnya udah ngerem, cuma karena harus ada jeda, jadinya dia kena," tutur Kosasih.

Sungguh Naas Pengendara Motor, Terlindah Bus Transjakarta Setelah Tersenggol Oleh Motor Lain

 

Suwardi, pengendara sepeda motor Yamaha RX King bernomor polisi B 5572 HO, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Motornya terjatuh setelah bersenggolan dengan motor lainnya di jalan.

Naas, setelah terjatuh, korban terlindas roda kiri depan bus transjakarta yang melintas bersamaan. Suwardi pun dilarikan ke Rumah Sakit UKI Cawang akibat kejadian itu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Gunawan mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 17.00 di Jalan DI Pandjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur. Suwardi, yang mengendarai motornya, diduga melaju kencang dari arah selatan Cawang menuju arah Halim. Mendadak, motor Suwardi bersenggolan dengan sepeda motor lain yang tak diketahui identitasnya. Akibatnya, korban terjatuh.

"Sepeda motor RX King bernomor polisi tersebut berikut pengemudinya terlempar ke kiri, lalu terlindas roda kiri depan kendaraan transjakarta," kata Gunawan, melalui pesan singkatnya, Selasa malam. Korban, lanjut Gunawan, terlindas transjakarta bernomor polisi B 7033 IS. Akibatnya, korban terluka serius.

"Untuk pengendara sepeda motor luka berat, kemudian dilarikan ke RS UKI," ujar Gunawan.
Kini, barang bukti sepeda motor korban telah diamankan di kantor Satwilantas Jakarta Timur. Karena kecelakaan melibatkan bus transjakarta, kasus ini kemudian dilimpahkan ke Unit Laka Polda Metro Jaya.

Anggotanya Ditangkap KPK, Ini Tanggapan Ketua DPRD Banten

 

Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah telah mengetahui dua anggotanya, SM Hartono dan FL Tri Satya, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (1/12/2015). Mereka berdua bersama enam orang lainnya ditangkap untuk diperiksa terkait dugaan pemberian suap untuk pembentukan bank di Banten.

"Mengenai adanya penangkapan, kami serahkan sepenuhnya kepada KPK untuk proses selanjutnya," kata Asep saat dihubungi pewarta, Selasa malam. Asep menegaskan belum bisa memberi komentarnya lebih lanjut, termasuk soal dugaan KPK tentang adanya pemberian suap untuk pembentukan bank baru di daerah Banten.  Jika telah ada perkembangan lebih lanjut, Asep berjanji akan memberikan pernyataan terbarunya kepada media.

"Yang pasti kami sangat prihatin," tutur Asep. (Baca: KPK Tangkap Tangan Dua Anggota DPRD Banten )

Bersama dengan Hartono dan Tri Satya, ada sejumlah pihak swasta yang diduga terkait dengan suap membentuk bank baru di Banten. Menurut pimpinan sementara KPK Johan Budi, Direktur PT Banten Global Development Ricky Tapinongkol berusaha memengaruhi anggota dewan dalam pembuatan Peraturan Daerah di Banten.

Ricky sendiri ditangkap saat sedang bersama dengan Hartono dan Tri Satya di sebuah restoran di bilangan Serpong, Tangerang Selatan. Mereka ditangkap tangan saat melakukan transaksi penyerahan uang dari Ricky ke Hartono dan Tri Satya.

"Tiga orang ini terjadi serah terima uang dalam bentuk dollar AS dan Rupiah," ujar Johan. (Baca: Dua Anggota DPRD Banten yang Ditangkap KPK Berinisial SMH dan TST)

Ketiganya dibawa petugas ke gedung KPK bersama dengan tiga orang sopir mereka. Selang tiga jam kemudian, petugas KPK bergerak ke arah Banten dan menangkap dua staf PT Banten Global Development di kantornya. Saat ini, status kedelapan orang itu masih sebagai terperiksa.

Tahan Ledakan Nuklir, "Bunker" Ini Tempat Paling Aman di Dunia

 

Sebuah bunker bawah tanah, yang dijuluki "The Facility", di Tift County, selatan Georgia, dipasarkan seharga 17,5 juta dollar AS (Rp 239,7 miliar).

Menurut daftar properti Harry Norman Realtors, bunker bawah tanah seluas 8 hektar ini dapat menahan serangan mematikan, termasuk ledakan nuklir berkekuatan 20-kiloton. Bunker ini juga memiliki pembangkit listrik, sistem tenaga surya cadangan, dan sistem keamanan CCTV senilai 138.000 dollar AS (Rp 1,9 miliar).

Zombie saja harus bekerja keras untuk melewati dinding tebal 90 centimeter yang menghalangi mereka. Berdasarkan keunggulan-keunggulan tersebut, bunker ini diklaim menjadi tempat paling aman di tengah dunia yang semakin berbahaya.
Seperti kita ketahui, peristiwa yang baru-baru terjadi di Paris dan Mali telah menunjukkan, bahwa kita hidup dalam dunia yang semakin berbahaya.

"Properti ini menawarkan keamanan utama untuk setiap keluarga, untuk kepentingan bisnis ataupun pemerintahan," ujar Pendiri Bastion Holdings, Chris Salamone.
Renovasi terbaru melengkapi fasilitas tersebut sehingga menyaingi hotel bintang lima. Sementara keamanannya adalah karena terletak 45 kaki (13,7 meter) di bawah tanah, tidak tertembus dan tidak terdeteksi.
Fasilitas bawah tanah ini dibangun pada tahun 1969 sebagai pusat komunikasi Army Corps dalam kasus perang nuklir dengan Rusia.

Kemudian, fasilitas ini direnovasi dengan standar pemerintah AS pada tahun 2012.
Saat ini ruang bawah tanah tersebut atas milik pribadi. Para tamu bisa merasa seperti tidur di apartemen mewah dengan 13 kamar tidur, serta lima kamar tidur untuk staf.
Properti tersebut juga dilengkapi home theater dengan 15 kursi, serta fasilitas olahraga dan rekreasi.