Sunday, February 28, 2016

Kurelakan Tubuhku Berlumur Dosa Demi Keluarga Selengkapnya



Setelah lulus SMP aku memutuskan untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Aku ingin membantu perekonomian keluarga dan menyekolahkan keempat adikku yang masih kecil, sedangkan orangtuaku yang hanya buruh tani tak mampu mencukupi kebutuhan dan biaya sekolah adik.

Sebut saja namaku Mawar, dengan bantuan teman ibu (sponsor) aku berangkat ke Singapura untuk menjadi TKW melalui sebuah PJTKI Jakarta. Rupanya keberentungan tak berpihak pada nasibku. Nyonya tempat aku bekerja seperti setan, tiap hari marah, aku hanya boleh diijinkan tidur setelah pukul 2 malam dan bangun pukul 5 pagi, itupun di dapur dan dekat kamar mandi, di samping jendela pula yang kalau hujan deras pasti akan membuat tubuh ku kaku dan kedinginan karena aku tak dibolehkan memakai selimut meskipun aku membawanya dari rumah, majikanku malah menyimpannya.

Hari liburpun tak ada sehingga aku tak mampu mengadu ke KBRI. Satu bulan bekerja rasanya aku tak sanggup karena ini pertama kalinya aku jauh dari orang tua dan keluarga, tetapi aku harus ingat apa tujuan awalku berangkat, kalau aku pulang berarti aku harus menanggung hutang kepada agen. "Tidak, aku tak boleh lemah, aku harus kuat".

Tujuh bulan berlalu aku sama sekali tak diberi ijin untuk menghubungi keluargaku dan gajikupun tak pernah di kasih alasannya nanti setelah aku pulang baru akan di berikan. Hingga pada suatu hari saat di rumah hanya ada aku dan Tuan sebuah peristiwa yang seumur hidup tak pernah terlintas dalam benakku terjadi dan merupakan awal kehidupanku di neraka.

Siang itu kunci kamar mandiku rusak dan aku tidak tahu bahwa Tuanku pulang tanpa sepengetahuanku. Saat aku mandi tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, aku tak mampu melakukan perlawanan berarti hingga tubuhku sepenuhnya dikuasai olehnya. Hatiku hanya bisa menjerit dan menangis pasrah memohon kepada Tuhan agar ia mengampuni kelemahanku yang tak mampu melawan nafsu setan sehingga kehormatanku tergadaikan.

Setelah peristiwa itu aku diijinkan untuk menghubungi keluargaku yang saat itu masih pinjam hp tetanga yang menggunakan Simpati Telkomsel. Bahkan tanpa sepengetahuan Nyonya, Tuan membantu aku untuk mentransfer gajiku kepada orang tua ku. Sejak saat itu hingga masa kontrakku habis (2tahun) aku menjadi wanita simpanan Tuan karena Tuan mengancam akan memulangkanku tanpa sepeser gaji bila aku berani melawan atau menceritakan kebejatannya pada Nyonya.

Selama 2 tahun hidupku bagai di neraka. Selain perlakuan kasar dari Nyonya aku juga harus melayani Tuan. Demi keluargaku dan biaya sekolah adik-adikku kurelakan tubuhku untuk mereka yang tak berperi kemanusiaan. Satu pintaku semoga Tuhan mau mengampuni semua dosa-dosaku dan menerima taubatku.

Cerita Dewasa, Tubuhku Di Kuasai



Kehidupan dalam rumah tanggaku berjalan baik baik saja untunglah aku mendapat suami yang pengertian dan saying terhadap keluarga semua kebutuhan hampir dari kahir dan batin terpenuhi, aku dibesarkan dari lingkungan yang taat agama adat jawanya selanjutanya aku dan mas Abraham setelah kuliah memutuskan untuk menikah kerena sudah 4 tahun kita pacaran jadi melanjutkan ke jenjang yang serius.

Bersyukur kehidupanku berkecukupan ayahku yang pekerjaannya sebagai pamong di daerahku dan orang tua mas Abraham adalah bisnismen di kota dan menetap di Jakarta, akhirnya kita menikah dan selama 1 tahun kami merencanakan untuk menunda momongan memang rencananya begitu mas Abraham masih ingin beduaan dan aku serius juga dalam pekerjaanku tanpa diganggu oleh momongan dulu.

Mas Abraham ingin aku mencurahkan perhatianku kepada pekerjaan dan ingin tetap menikmati kehidupan berdua dulu tanpa di ganggu anak dulu. Saat ini usiaku menginjak 27 tahun. tinggiku 158cm dan rambut sebahu. kulitku kata teman2ku sawo matang, karena jika putih pasti kalah denagn orang chines.

Tidak heran selama aku kuliah dulu di daerah surakarta,banyak teman sekampusku yang coba endekati, namun hatiku terpaut pada Mas Abraham saja. Bukan materi yang aku kejar pada dirinya, namun karena sikapnya yang santun thdp aku.

Teman2 bilang aku terlalu pilih2,namun semua itu salah, dan kebetulan Mas Abraham datang kekostku slalu pake BMW kadang mercy milik orang tuanya. Tapi aku lebih suka jika ia datang dan jemput pake sepeda motor saja.

Bukan apa2, di kampungku orangtuaku juga punya mobil seperti itu. Kehidupan sexualku normal dan Mas Abrahampun tau ttg seleraku. Ia amat mengerti kapan kami bisa berhubungan badan dan kapan tidak. Akupun tidak mau Mas Abraham terlalu memporsir tenaganya untuk melakukan kewajibannya. Sebagai wanita jawa aku dituntut untuk nrimo dan pasrah saja.

Kami tinggal di surakarta dan menempati rumah pemberian orang tua Mas Abraham. Di rumah yang luas dan asri ini, kami tinggal dan ditemani dua orang pembantu suami istri.

Kedua pembantu itu telah lama ikut dengan orang tua Mas Abraham. Umur mereka kira2 65 tahun. yang perempuan bernama mak imah dan pak bidin. Kami mempercayakan rumah kepada mereka jika kami pergi kerja.

Setiap hari aku kekantor kadang diantar Mas Abraham dan kadang aku nyetir sendiri. Suatu saat aku pulang kantor dan mau kerumah, aku tanpa sengaja menyerempet sebuah sepeda yang dikemudikan oleh seorang pria paro baya.

Pria itu jatuh dan aku karena takut dan kaget, maka aku larikan saja mobilku kearah rumah. Sesampai dirumah aku, masukkan mobil dan diam di kamar. Masih terbayang olehku saat, pria itu jatuh dan memanggil manggil aku untuk berhenti, namun aku tancap gas.

Dirumah perasanku tak tenang dan itu aku diamkan saja dari Mas Abraham. setelah kejadian itu besoknya aku minta diantar kekantor dengan Mas Abraham. hampir tiap malam aku bermimpi bertemu dengan pria yang ku tabrak itu. sampai2 Mas Abraham heran akan sikapku yang berubah dingin dan gelisah.

Lalu Mas Abraham menanyakan sebab perubahan sikapku itu. Akupun berterus terang dan Mas Abraham memahaminya. Lalu ia sarankan aku untuk menagmbil seorang sopir, untuk mengantarku. Akupun setuju, sebab aku memang trauma sejak saat itu menyetir sendiri.

Beberapa hari kemudian, datanglah sopir yang dicari Mas Abraham itu. Alangkah kagetnya aku, soalnya itu adalah orang yang aku tabrak tempo hari. Iapun kaget, namun aku berusaha menagatur sikapku, aku yakin iapun masih ingat denganku saat ku tabrak.

Supaya Mas Abraham tak curiga pada orang yang ku tabrak itu, maka aku setuju saja jika ia jadi sopirku. Aku pikir itung2 balas jasa ataskesalahanku saat itu. Namanya Pak Hardi, umurnya kira2 66 tahun, namun masih kuat dan sehat.

Sejak saat itu aku slalu diantar Pak Hardi kemana aku pergi, baik kekantor atau belanja. Setiap pagi ia telah ada di rumah, dan siap2 membersihkan mobilku.

Sedang suamiku telah akrab dgn Pak Hardi. Suatu hari saat mengantar aku kekantor sambil bincang2 Pak Hardi, bilang padaku. Bu.. kalau ndak salah ibu dulu, nabrak saya dengan mobil ini kan?.. tanyanya.

Aku terdiam dan Pak Hardipun berkata, ibu,,, kejam dan tidak bertanggung jawab. Lalu ku jawab… maaf pak.. waktu itu memang saya salah,, saya tergesa gesa saat itu, jawabku.

Alahhhh kalian orang kaya memang begitu.. menganggap orang lain sampah, lanjutnya.. Lalu ku jawab.. jangan gitu pak? saya waktu itu benar2 khilaf kataku lagi. Lalu ia diam… Aku… pun diam saja saat itu, hingga sampai di rumah.

Sejak kejadian itu sikapnya terhadapku jadi lain dan aku tidak ambil pusing. Aneh memang kenapa sejak saat Pak Hardi bertanya kepadaku saat itu, aku merasakan adanya sensasi tersendiri dalam hatiku saat menatap matanya.

Perasaanku kepada Pak Hardi serasa ingin terus bersama dengannya. Jika ia pulang sore harinya,aku merasa ada yang hilang dalam hidupku. Dan pagi jika ia datang untuk mengantarku rasa itu jadi senang dan seperti kasmaran. Perasanku kepada Mas Abraham biasa saja.

Kunjungi JUga CeritaSexHot.Org

Jum’at sore saat ia menjemputku, entah kenapa aku minta Pak Hardi untuk mampir dulu untuk singgah di sebuah restoran. Disitu aku mengambil tempat agak kesudut dan suasananya amat romantis.

Pak Hardi kuajak makan. kami duduk berhadap hadapan, ia pandangngi terus mataku. Akupun demikian seperti aku memandang mas hedra. Tanpa ada kata2 ia genggam jemariku saat itu, aku merasa tenang seperti gadis remaja dengan pasangannya.

Pak Hardi lalu meraih tanganku dan menciumnya. Baru kali ini, tanganku di pegang orang selain suamiku dan ada rasa hangat yang mengalir di sekujur tubuhku. Beberapa saat kami menikmati suasana yang tak aku hendaki itu terjadi.

Setelah itu kami keluar dari restoran itu dan menuju kemobil. Dalam mobiku itu, aku terdiam dan bingung akan kejadian barusan, otakku tidak berjalan sebagai mana mestinya, soalnya aku bermesraan dengan sopirku yang tidak sepadan denganku dan ia dengan bebasnya meraih dan meremas tanganku.

Dalam mobil sebelum berjalan, Pak Hardi menoleh kearahku,dan kembali meraih jemariku dan lalu ia rengkuh tubuhku lalu ia kecup bibirku. aku kembali seperti orang linglung. Sesampai dirumah aku terus terbayang sensasi kejadian tadi sore itu.
Alangkah kurang ajarnya sopirku itu, bisik hatiku. Malam harinya, dengan separo hati, aku layani suamiku dengan apa adanya. Tidak ada lagi rasa nikmat yang aku rasakan saat Mas Abraham mencumbuku dan mensebadaniku. Hatiku slalu terbayang wajah Pak Hardi.

Kalau pikiranku sehat saat itu, aku berpikir apa istimewanya Pak Hardi? gak ada rasanya. tapi aku slalu terbayang wajahnya, sampai2 saat suamiku saat berada diatas tubuhku saat melakukan hubungan badan, aku kira Pak Hardi yang diatas tubuhku, tapi untunglah aku masih bisa mengusai diri.

Saturday, February 27, 2016

Cara 'Bangunkan' si Mr P pada Malam Hari



Tidak ada waktu khusus untuk berhubungan seks yang dianut oleh setiap pasangan suami istri. Tapi rata-rata mereka bercinta saat tengah malam, dimana kondisi tubuhnya belum tentu fit dan bergairah.

Akibatnya, banyak pasangan yang gagal orgasme dan momen itu dianggap tidak memuaskan. Lalu bagaimana trik memancing keberhasilan orgasme saat bercinta tengah malam?

Dikutip Thehealthsite, Senin (28/9/2015), anjuran waktu bercinta yang tepat yaitu pada pagi hari. Karena itu, berhubungan intim pada malam hari banyak menciptakan kegagalan orgasme.

Belum lagi kalau pasangan Anda tertidur lelap saat tiba waktunya bercinta saat tengah malam. Perlahan-lahan, bangunkan si dia dan jangan sampai menyinggung perasaannya.

Atau Anda bisa juga langsung menyentuh zona sensitif seksual mereka, agar mereka terbangun dan tiba-tiba libidonya naik. Saat itu, ambil posisi menindih si dia pelan-pelan.

Setelah itu, cium bibirnya dan pindah ke tempat lain seperti leher, dada, hingga paha. Lihat bagaimana responnya kalau sudah membangkitkan gairah seksnya.

Lalu, saat dia sudah terbangun sempurna, tanggalkan bajunya dan menyelinaplah di bawah selimut untuk menjalankan sesi bercinta. Jangan lupa, matikan lampu ruangan jika ingin menambah mood bercinta.

Anda pun dapat mencoba langsung bersetubuh dan praktikkan beberapa posisi seks favorit sekuat-kuatnya. Setelah Anda berdua meraih orgasme, Anda pun bisa memeluk dan kembali tidur tanpa perlu berbusana. Karenanya, siapa tahu saat bangun pagi Anda bisa melanjutkan hubungan seks ronde kedua.

Cerita Dewasa Permainan Singkat Tante



Singkat cerita, aku diterima langsung oleh Tante NAVA. “Silakan masuk Dra..” ujar Tante NAVA kepadaku membuka percakapan kami setelah mungkin selama 5 menit aku menunggu di depan pintu rumahnya sambil membayangkan apa saja yang akan kubicarakan nanti dengan Tante NAVA.

“Oh.., terima kasih Bu..” jawabku yang sebelumnya terbengong karena melihat Tante NAVA hanya mengenakan daster pendek berwarna merah dan terlihat tonjolan puting payudaranya yang terlihat cukup besar. Puting payudaranya terlihat karena Tante NAVA memang tidak menggunakan BH-nya.

Kami berdua pun masuk dan duduk di ruang tamu. Setelah itu Tante NAVA menutup kembali pintu rumahnya tanpa menutup hordeng di kaca.

“Bagaimana.., bagaimana..?” ujar Tante NAVA sambil menyulut sebatang rokok yang diambilnya dari meja di depan kami.

“Mmm.. begini, aku telah selesai membuat draf acara Ibu dan sekarang..” “Tidak-tidak.., aku tidak membicarakan tentang my party, aku percaya kepadamu kok untuk menghandelnya, kamu kan sudah profesional..” potong Tante NAVA dengan memujiku sambil beberapa kali menghisap rokoknya dalam-dalam.

“Lalu maksud Anda bagaiman itu apa..?” timpalku sambil menatap lurus ke arah wajah Tante NAVA yang masih menikmati hisapan terakhirnya pada rokok yang baru sebentar dinyalakannya.

Sambil mematikan rokok di atas asbak yang tersedia di meja, Tante NAVA mendekatkan posisi duduknya ke arahku.

“Maksudku ini loh Tuan..!” jawab Tante NAVA sambil menyentuh senjataku dan meremasnya, kontan saja ada yang bergerak di dalam celana bahan panjangku. Dan tanpa menunggu jawaban dariku, Tante NAVA sudah menurunkan reslueting celanaku dan tangan kanannya pun masuk menyelinap ke dalam celana dalamku dan langsung dikeluarkannya senjataku.

Setelah itu digoyang-goyangkannya. Ternyata senjataku belum total bangunnya. Sambil menggoyangkan penisku, Tante NAVA melepaskan daster yang dipakainya dengan tangan kirinya, dan.. terlihatlah bukit indah berwarna putih dengan puncaknya yang berwarna hitam cukup besar dan terlihat agak keras puncaknya (size Tante NAVA ternyata 34 dengan cup c)

Rupanya Tante NAVA memiliki hasrat tersimpan kepadaku ketika dia melihatku melakukan persetubuhan dengan Shebi yang waktu itu sedang hamil. Aku memang sudah mengetahuinya dari Shebi kalau Tante NAVA itu adalah seorang penganut free seks, sehingga apa yang dilakukannya padaku saat ini bukanlah sesuatu yang baru untuknya.

Dan menurutku ini adalah kesempatanku juga untuk menikmati tubuh indahnya. Langsung saja tanpa mempedulikan situasi yang ada, seperti hordeng yang masih terbuka lebar, aku pun langsung membelai perlahan bukit putih menantang yang ada di depanku dan belum kupijit atau kupilin puting pyudaranya yang hitam besar.

Dari belaian itu kurasakan ada bintik-bintik kecil mengelilingi ujung puting payudara Tante NAVA (kata orang pertanda yang memilikinya adalah orang yang pandai bercinta). Dan dari aksi Tante NAVA sendiri, dia sudah mulai mengulum senjataku dan terkadang menggigit helm-nya. Mendapat aksi yang cukup asyik itu, tentu saja senjataku menjadi total bangunnya.

Dan tiba-tiba, “Kring.. kring.. (kurang lebih 6 kali berdering)” terdengar deringan yang berasal dari dering handphone milik Tante NAVA, dan bunyi deringnya cukup khusus, karena yang kuketahui, dering handphone Tante NAVA tidak seperti itu.

“Sorie Dra.. kayanya aku harus angkat telepon dulu nih, ini sepertinya dari menejerku deh.. aku takut ada perlu penting, atau mungkin mengingatkan jadwalku..” katanya sambil menyudahi aksinya dengan senjataku, padahal baru saja aku mau menikmati tubuh indahnya, termasuk payudaranya yang menantang itu.

Tante NAVA berjalan menuju meja makan untuk mengambil handphone-nya tanpa terlebih dahulu membenahi dasternya yang terlihat melorot, karena Tante NAVA berdiri dan berjalan begitu saja.

Dan aku masih duduk di posisiku sambil mengocok sendiri senjataku sambil melihat tubuh Tante NAVA yang hanya dibalut oleh celana dalam hitam yang tipis, menambah seksi saja tubuh Tante NAVA yang masih proposional. Lalu setelah memutuskan hubungan handphone-nya, Tante NAVA pun kembali berjalan ke arahku dengan mimik wajah yang agak kecewa.

“Soriee Dra.. aku harus NGAMEN dulu..” ujar Tante NAVA dengan nada agak kecewa (Ngamen berarti dia harus kerja dan berarti.. harus meninggalkanku yang sudah gantung ini). Kemudian Tante NAVA pun mendekatiku sambil tangan kirinya menyisihkan ke samping celana dalamnya

Sehingga terlihat bulu tipis hitam dengan klirotis yang menggantung, dan dia pun langsung bediri di atasku (aku masih berpakian lengkap, tetapi senjataku telah keluar dan dia pun mulai menurunkan pantatnya serta memegang penisku untuk diarahkan ke lubang kemaluannya).

“Tenang Dra.., kita masih ada sedikit waktu, dan aku akan selesaikan dulu tugasku yang ini, baru kita pergi NGAMEN..” ujar Tante NAVA yang dengan sedikit susah payah memasuki penisku ke dalam liang kemaluannya yang sudah memperlihatkan lembab dan basah itu.

Dan setelah beberapa lama dengan usahanya, dia pun sukses dan langsung saja dia mulai aksinya menaik-turunkan pantatnya. Selang beberapa saat saja keringat sudah berpeluh di tubuh kami berdua (kira-kira setengah jam posisi kami seperti tadi dan hanya Tante NAVA yang sudah orgasme).

Sementara aku belum orgasme, meskipun aksi dari Tante NAVA sangat dasyat (maksudnya goyangannya).Dan karena diburu oleh waktu, akhirnya Tante NAVA menyudahi aksi menunggangiku dan langsung menyuruhku melepaskan seluruh pakaianku yang masih melekat (dan memang masih lengkap).

Setelah melepaskan seluruh pakaian yang melekat pada tubuhku, aku pun bugil. Tante NAVA langsung menarikku ke kamarnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandinya (di kamarnya yang besar terdapat kamar mandi yang cukup besar pula).

“Gimana nich..? Belum selesai, apalagi keluar, pusing kan kalau nggak selesai gini..” kataku ditengah perjalanan kami ke kamar mandinya.

“Abis kamu LAMBRETA (lambat) sekali sih keluarnya..!” ujar Tante NAVA sedikit ketus. Dan dia pun langsung menyalakan shower, lalu membasahi tubuhnya dan langsung merapatkan tubuh indahnya ke dinding sambil merenggangkan kedua kakinya.

“Ayo Dra.. cepat masukin..! Biar kamu cepat keluar, dan kita teruskan pertarungan ini setelah aku pulang NGAMEN..” pintanya sambil tangannya merebahkan bibir vaginanya.

Melihat posisi tubuh yang menantang ini, aku pun langsung tidak banyak bicara lagi, langsung saja kuhujami senjataku ke liang vagina Tante NAVA yang sudah basah itu.

“Ehm.. ini baru asyik Bu.., Ehmm..” desahku ketika batang kejantananku menghujami dengan gerakan cepat pada liang senggamanya yang sangat menantang itu.

“Iya, cepat..! Cepat.. iya lagi Dra.. terus.. aahh.. ahh..” hanya desahan dan gerakan saja yang mengikuti irama siraman air shower di kamar mandinya. Dan setelah 20 menit berlalu dengan posisi dimana aku menghujami Tante NAVA dari belakang sambil memilin dan memijat payudara Tante NAVA yang tubuhnya rapat dengan tembok kamar mandi, terasa senjataku sudah mulai berdenyut, dan,

“Mbaak.. aku mau..” ujarku terbata-bata dan langsung dipotong oleh Tante NAVA, “Keluarin di dalam saja Dra..!”

“Aku juga mau keluaar lagi..!” teriak Tante NAVA diikuti orgasme yang kedua kali, dan kali ini cairan yang keluar cukup banyak, sehingga membuatku tidak dapat bertahan lebih lama lagi.

“Crot.. crot.. crot..!” akhirnya aku pun orgasme juga. Setelah kami berorgasme ria, Tante NAVA pun langsung menghadiahiku dengan kecupan di bibirku.

“Kamu oks Say..?” bisik Tante NAVA dan langsung dia pun mandi untuk mempersiapkan diri di acara NGAMEN-nya. Aku pun hanya terduduk berbugil ria sambil memperhatikan Tante NAVA mandi.

“Dra.., kalau kamu mau nambah jangan sekarang ya..?” ujar Tante NAVA yang terlihat risih karena pandanganku yang tidak lepas dari tubuh bugilnya. Dan akhirnya setelah mandi, Tante NAVA berpakaian dan juga mempersiapkan kebutuhan NGAMEN-nya.

Aku pun yang sudah berpakaian kembali menunggu Tante NAVA di ruang tamu, karena Tante NAVA memintaku untuk menemaninya ke acaranya itu. Kami pun pada saat acara yang dihadiri oleh Tante NAVA berlangsung, sempat melakukan pertempuran yang singkat, tetapi sangat asyik, karena segalanya disertai oleh perasaan khawatir dan itulah yang membuat permainan singkat kami lebih menarik.

Memiliki Idola Mampu Memperbaiki Kehidupan Asmara?




Meski sudah memiliki pasangan, ternyata masih banyak wanita yang memiliki idola yang bisa jadi seorang aktor maupun penyanyi tampan nan seksi. Nah, ternyata mengagumi sang idola memiliki pengaruh positif terhadap kehidupan asmara Anda, tidak terkecuali kehidupan seks. Benarkah demikian?

Hal tersebut ternyata dibuktikan oleh para peneliti dari Columbia University, Indiana University, dan University of Kentucky-Lexington, Amerika Serikat. Penelitian tersebut menemukan bahwa menggemari orang lain yang bukan pasangan Anda memberi dampak baik bagi hubungan asmara.

Penelitian tersebut melibatkan 200 orang wanita yang telah menjalani hubungan setidaknya tiga tahun atau lebih. Mereka diajukan pertanyaan tentang ketertarikan seksual dan pasangan mereka. Hasilnya, 70 persen responden mengaku menggemari orang lain yang bukan pasangan mereka.

Meskipun demikian, para responden menyatakan bahwa pria yang mereka idolakan tidak memiliki pengaruh apapun terhadap hubungan yang tengah dijalani. Beberapa malah menyatakan bahwa mereka merasakan adanya dampak positif dan kehidupan seks pun lebih baik.

Menurut para peneliti, ada pembuktian secara ilmiah bahwa mengidolakan aktor atau penyanyi pria dapat memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan. Para peneliti menjelaskan, hal ini terjadi lantaran adanya pemindahan emosi.

"Artinya, bukan berarti wanita benar-benar berhubungan dengan orang yang mereka idolakan. Namun, para wanita menyalurkan hasrat seksualnya yang meningkat ke dalam hubungan utama yang mereka jalani," ujar para peneliti, seperti dikutip dari situs The Telegraph.

Ternyata tidak ada salahnya memiliki idola pria, bukan? Yang penting, jangan sampai kehadiran sang idola malah merusak hubungan yang sedang Anda jalani dengan pasangan dan pastikanlah kalau tidak memberikan pengaruh buruk apapun.

Posisi Bercinta Tak Menjamin Kepuasan Seksual Suami Istri



Aksi bercinta dengan suami, tak melulu soal teknik dan posisi seksual. Sebab, ada hal lain yang bisa membuat sesi intimasi terasa lebih sensasional.

Menurut penelitian, ucapan "I Love You" atau "Aku Cinta Padamu", terbukti ampuh dalam mendorong sensasi bercinta menjadi lebih fantastis.

Penelitian yang dilakukan di Chapman University di Amerika Serikat, terhadap 39.000 pasangan yang menikah minimal tiga tahun. Rata-rata responden berusia 40 tahun untuk wanita dan 46 tahun untuk pria.

Hasil penelitian menunjukkan,  pasangan yang berkomunikasi dengan mesra saat melakukan hubungan seksual, akan lebih puas dalam berhubungan intim.

Hal tersebut diakui oleh 75 persen responden pria dan 74 persen responden wanita.

Komunikasi dalam hubungan seksual dapat berupa bentuk pujian terhadap pasangan di ranjang atau bertanya apa yang pasangan inginkan saat berhubungan intim.

Selain itu, komunikasi lewat telepon atau email di siang hari mengenai hubungan seksual juga berpotensi membuat hubungan seksual lebih menyenangkan.

Kemudian, pasangan yang menertawakan sesuatu yang lucu saat berhubungan intim, ternyata dapat membuat seks menjadi lebih baik.

Hasil penelitian ini  juga mengungkapkan, bahwa hubungan seksual mencapai puncak intim di usia pernikahan satu tahun.

Sebab, sebanyak 83 persen responden mengaku puas dengan hubungan seksualnya di tahun pertama.

Terakhir, lebih dari satu tahun menikah, para peneliti menemukan, kepuasan seksual terus menurun setengah sampai ke level paling rendah.

Penampakan Tuyul di Perkebunan Teh Sidamanik



Selesai menerima telepon dari Mama, saya langsung meluncur untuk menjemput Mama di Cibinong City Mall. Jumat pagi itu, Mama pulang dari Medan. Asyik, oleh-oleh! Bukan bika ambon yang saya tunggu, melainkan cerita penampakan di kebun teh Sidamanik. Saya tidak sabar mendengar langsung dari mulut Mama.

Setiba di rumah, Mama langsung mengisahkan peristiwa itu. Saat berkunjung ke Siantar, Bude Titi, kakaknya, mengajak Mama dan kakak-kakaknya yang lain ke Danau Toba. Dalam perjalanan, mereka melintasi perkebunaan teh Sidamanik. Melihat pemandangan kebun teh yang indah, rombongan mereka berhenti sejenak di tempat itu. Terik matahari tidak menghalangi niat mereka untuk mengabadikan diri mereka dengan latar belakang perkebunan teh yang indah.

“Mamah enggak ikut turun,” katanya, “nunggu di mobil.”

Sebelum mereka meninggalkan tempat itu, Mbak Yanti, sepupu saya minta difoto oleh keponakannya, Rara. Mbak Yanti berdiri tidak terlalu jauh dari mobil mereka yang terparkir di tepi jalan. Rara memberi aba-aba, lalu mengambil beberapa gambar melalui ponsel milik Mbak Yanti.

Selesai mengambil gambar, Rara memeriksa hasil fotonya. Ia menemukan penampakan di salah satu foto yang diambilnya. Sesosok makhluk tampak terekam kamera ponsel beberapa langkah di depan Mbak Yanti yang tengah berpose di antara pepohonan teh.

“Gambar apa, nih, Bude?” Rara memperlihatkan foto itu kepada Mbak Yanti.

 “Tuyul!” duga Mbak Yanti. Sosok yang tak sengaja terekam kamera itu bertubuh kecil, berkepala botak, dan bertangan empat. Profilnya mirip sekali dengan alien di film-film Hollywood. Mbak Yanti segera memperlihatkan foto itu kepada orang-orang dalam rombongan, termasuk Mama.

“Kita lihat sendiri waktu fotonya,” terang Mama, “Enggak ada apa-apa. Tapi pas di foto ada tuyul itu!”

Foto itu dicetak dan dibagikan kepada Mama dan kakak-kakanya yang juga berkunjung ke Siantar bersamanya sebagai oleh-oleh. Sayang, bagian Mama diberikan untuk kakaknya, Bude Titi. “Kalau mau lihat, minta aja sama Novi,” kata Mama.

Penasaran dengan sosok tuyul itu, saya minta Mbak Novi, sepupu saya yang dikirimi foto itu melalui whatsapp, untuk mengirim foto itu via facebook. Tidak berapa lama, Mbak Novi mengirim foto itu ke inbox facebook saya.

Saya langsung memperlihatkan foto itu kepada istri saya. “Seperti editan, Yah,” ujar istri saya. Menurutnya, ada aplikasi-aplikasi seram di android.

Saya menunjukan foto itu kepada Mama saya, lalu menanyakan apakah ia melihat penampakan itu beberapa saat setelah pemotretan atau melihatnya saat sudah kembali ke rumah.

“Lihat di tempat itu juga,” kata Mama. Mustahil Rara mengedit foto itu sebab ia langsung menunjukkan hasil fotonya kepada Mbak Yanti saat itu juga.

Kalau memang foto editan, pasti ada gambar tuyul itu di internet, pikir saya. Untuk membuktikannya, saya langsung berselancar di internet. Saya menemukan berita “Penampakan Alien Gegerkan Kantor DPRD Provinsi Sulsel” di detik.com. Foto makhluk yang disebut alien itu persis dengan penampakan di kebun teh Sidamanik. Eksis betul, tuh, tuyul!

Saya googling lagi si alien tau si tuyul itu. Ternyata, makhluk itu juga pernah tertangkap kamera di Yasmin, Bogor! Ini beritanya “Foto Alien yang Bikin Merinding Warga Taman Yasmin Bogor”. Setelah baca berita itu, tahulah saya bahwa tuyul atau alien itu seperti dugaan istri saya, hanya aplikasi Kamera360 di android.