Sunday, March 27, 2016
Razia Tak Ada Plang, Polisi Ditabrak Pemotor Hingga Kritis Di Medan
Razia tak pake plang polisi ditabrak pemotor hingga kritis. Ya, sebuah kejadian di Medan ini menjadi perhatian surat kabar dan media, bahwa ada seorang personil Unit Lalu Lintas Polsek Medan Area, Bripka J Brutu terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Elisabeth. Ia menderita luka serius ditabrak ditabrak pengendara motor di Jalan Halat Simpang Jalan Ismailiyah, Kecamatan Medan Area, Senin (21/3/2016), ketika menurut hatanews ia hendak merazia motor.
Kronologisnya adalah bahwa ketika itu ada seorang pengendara motor matic bernama Mustafa Kamal Pasha (23) warga asal Riau yang kos di kawasan Jalan Juanda medan. Menurut rekannya yang bernama R Syah yang memberi keterangan pada Senin malam (21/3/2016), pemuda ini melintas dari Jalan AR Hakim, karena hendak setor uang di Bank, kemudian balik ke Jalan Juanda. Nah waktu hendak menuju Jalan Juanda, saat ia melintas di Jalan Halat Simpang Jalan Ismailiyah, ada petugas lalu lintas lalu menghentikan laju kendaraan Mustafa. Seketika, Mustafa langsung berakselerasi menghindar dan tancap gas.
Setelah itu ada lagi polisi ke dua yang menghadangnya, dan langsung ditabrak oleh pemuda ini karena tak ada plang razianya. Berikut Statmen R Syah:
“Itulah pertama dielakinya, polisi yang pertama, pas yang kedua ini ditabraknya polisi, kencang pula dia naik sepeda motor, dari penuturan Mustafa, razia polantas gak ada plangnya.”
Polisi dan pemuda ini keduanya terpental. Mustafa dilarikan ke RS Madani, adapun polisinya yakni Bripka J Brutu dilarikan ke RS Elizabeth karena kondisinya kritis.
Mustafa tak parah lukanya, sekarang udah keluar dari RS, hanya saja polisinya yang kritis. Kini kejadian ini masih dalam penyelidikan kata Kasat Lantas Polresta Medan Kompol T Rizal Moelana.
Ngakak!!! Surat Anak Medan Buat Pak Ahok, Isi Suratnya Lucu, Logat Batak Kali Bah
Siapapun yang baca isi surat terbuka anak medan buat Ahok pasti akan tertawa lucu, isi suratnya yang lucu dengan tulisan langsung seperti logat medan Kali..
Inilah isi suratnya, silahkanlah kau baca sendiri .. (Logat Medan Yah... hahahah )
Bang Ahok! Sehat kau bang??
Bagus tekanan darah kau?
Kutengok yang banyak kalilah lawan kau di jakarta sana bah. Sampe sampe ketua dan wakil lembaga besar dki lebih banyak kerjanya melawan kau daripada tugas pokoknya.
Ada lagi orang orang yang ngakunya beriman tapi gayanya preman ikut ikutan pula melawan kau. Kurasa jago kungfu juga kau yaa.. sampek keroyokan orang itu… ga ada yang berani tunggal..
Mantan menteri berkumis itu pun sampe darah tinggian nengok kau bang. Group Pemeriksa keuanganpun udah ngotot kali bilang kau terlibat korupsi.. Ntah apa apalah kerja orang itu.. masa gara gara kau bilang “Taik” aja sama orang itu udah diserang kau.. kalok di medan, aimak! ntah apa apapun bahasanya.. ga usahlah kukasih tau sama kau apa aja cakap orang medan disini.. semua isi kebun binatang disebut.. ga adanya heboh kali kayak di dki itu.
Itulah bang kalo di dki, ga ada yang berani ‘wan de wan’ atau satu lawan satu lawan kau.. cemanalah disana tawuran ajanya beraninya.. makanya kreak kalii..
Udahlah bang, kau cabut aja dari dki sana.. ke medan aja kau..
Akupun bang, sampek pulang ke medan aku biar tau kau. Bukan karna ga berani aku sama orang jakarta itu.. babi aja yang jelek dan makan taik ku makan, apalagilah orang itu.. udah ganteng ganteng makan nasinya orang itu.. ga perlu takut awak. Tapi itulah.. orang sana beraninya keroyokan.. semutpun kalok keroyokan capek awak lawannya.. masak air panas dulu kan.. baru awak siramkan..
Kek mana kalok ke medan aja kau bang..??
Gubernur kami lagi ga ada.. ntah kemana pun dia sporing.. ga usah takut kau bang.. di sumut banyak cina kapir.. banyak kristen disini.. orang batak banyak kalilah.. banyakpun islam disini ga urus kali orang itu sama agama orang lain.. yang penting bagus ditengoknya haa cocoklah itu..
Kok nggak maen maenlah dulu kau kesini..
Kau bantu dulu kami, biar bagus sikit medan ini.
Ga usah bertahan kali kau di jakarta sana.. di medan makanannya mantap kali bang.. nasi padang di medan paling enak.. masakan khas batak disinilah pusatnya.. pakek andeliman itu.. sodap kalii.. tiap ari motong bang.
Pecal lele sama ayam penyet jakarta pun udah beserak di medan. Amanlah kau makan..
Kalok datang kau nanti kau sms lah aku.. biar kujemput kau di terminal yaa.. jadi anak medan aja abang.
Horass bang Ahok.
Cocok ko rasa?? Hahahaha…
Saturday, March 26, 2016
Cabuli Anak Tetangganya, Pria Ini Mengaku Khilaf
Seorang pria berinisial SA (47) tega mencabuli anak tetangganya yang berinisial ND (6).
SA melakukan perbuatan itu sebanyak tiga kali dengan mengiming-imingi ND uang dan makanan.
Kepada wartawan, pelaku mengaku khilaf sehingga tega mencabuli anak di bawah umur itu.
SA merasa seperti kehilangan kesadaran saat melakukan perbuatan tersebut.
"Padahal, saya punya istri dan hubungan saya dengan dia baik-baik saja. Enggak tahu kenapa saya bisa khilaf, mungkin bujukan setan," ucapnya, Kamis (24/3/2016).
Sementara itu, Kapolsek Duren Sawit Kompol Yudho Huntoro mengatakan, akibat perbuatan pelaku yang tidak bermoral tersebut, korban mengalami trauma.
"Hasil dari pemeriksaan visum tersebut diketahui bahwa korban mengalami kerusakan pada bagian alat kemaluannya," kata Yudho.
"Pemeriksaan awal kami, langsung mengarah kepada tersangka. Setelah kita periksa pun tersangka mengakui perbuatannya dan korban juga mengatakan bahwa memang SA pelakunya," kata dia.
Seorang Ayah Tega Hamili, Aborsi dan Jual Anak Kandungnya
AS (41) warga yang berdomisili di Ubung, Bali, dibekuk petugas kepolisan Polda NTB karena diduga telah menggauli anak gadisnya yang masih berusia 15 tahun hingga hamil, mengaborsi lalu menjual anaknya pada laki-laki hidung belang.
"Polda NTB telah menangani dugaan tindak kekerasan anak di bawah umur, aborsi dan perdagangan orang," kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB, AKBP I Putu Bagiartana, Sabtu (26/3/2016).
Bagiartana mengatakan, dugaan kekerasan seksual terhadap anak ini terjadi sejak tahun 2015 saat korban SA (15) tinggal bersama ayahnya di Bali.
Ia menceritakan, awalnya korban tinggal bersama neneknya di Lombok Timur setelah ayah dan ibunya bercerai.
Tahun 2015, pelaku datang ke Lombok dan melihat anak gadisnya sudah berajak remaja.
Pelaku pun lalu kembali ke Lombok untuk kedua kalinya dan mengajak korban ke Mataram.
Namun bukannya diajak ke Mataram korban justru dibawa ke Denpasar, Bali tanpa sepengetahuan pihak keluarga.
"Sampai di Denpasar Bali, anak ini digauli berulang kali sampai hamil," kata Bagiartana. Setelah dinyatakan positif hamil, tersangka berusaha menggugurkan kandungan anaknya dengan memaksa meminumkan berbagai jenis ramuan sampai kandungan anaknya gugur.
Setelah gugur dan korban dinyatakan sehat, bukannya merasa kasihan, pelaku justru menyuruh korban untuk melayani laki-laki hidung belang di sekitar wilayah Denpasar.
"Hasil dari melayani laki-laki diserahkan kepada orang tuanya (ayah). Nah orang tuanya menggunakan uang itu untuk keperluan hidup sehari-hari, bermain judi dan minum-minum," kata Bagiartana.
Kondisi ini dilalui korban berbulan-bulan lamanya, hingga akhirnya korban memberanikan diri untuk kabur dan kembali ke Lombok.
Korban lalu melaporkan kejadian sebenarnya kepada polisi. Polisi lalu melakukan penyelidikan.
"Dari hasil penyelidikan, kasus itu ternyata lokasi kejadiannya di wilayah Polda Bali. Maka atas koordinasi dengan penyidik Polda Bali, hari ini rencananya akan dilimpahkan ke Polda Bali," terang Bagiartana.
Akibat perbuatan kejinya, pelaku terancam dihukum dengan pasal berlapis diantaranya UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang kekerasan seksual terhadap anak, UU Nomor 21 Tahun 2007 Pasal 2 tentang perdagangan manusia dan Pasal 347 KUHP tentang aborsi.
semakin di sentuh semakin bernafsu
Pada satu waktu Ira bertanya kepadaku,
” mas mungkin Ira dalam soal sex ‘ngga normal ‘ya ? “.
Aku bukannya menjawab pertanyaan Ira tersebut, malah aku balik bertanya kepada Ira,
” Ira, kamu tau ‘ngga batasan yang disebut tidak normal di dalam soal hubungan sex ? “. Ira menjawab
” ‘ngga tau “. Aku menjelaskan pada Ira bahwa
” segala cara, gaya dan frekuensi di dalam melakukan hubungan sex akan selalu disebut normal apabila dilakukan denganpersetujuan kedua belah pihak, dengan tujuan untuk saling memuaskan pasangannya. Kalau pasangan kita melakukan cara-cara yang tidak kita sukai tetapi dia terus memaksakan keinginannya untuk mencapai kepuasannya sendiri, maka pasangan kita tersebut dapat dikatakan memiliki penyimpangan seksual (sexual deviation atau abnormal) “.
Cerita sex – Pada akhir-akhir ini, setiap kali aku mengentot Ira, jari-jari tanganku, khususnya jari telunjuk, sering dijilatinya dan dimasukkan kedalam mulutnya untuk dijilati dan diisapnya. Semakin liar gerakanku dalam mengentot Ira, semakin bernafsu Ira menjilati dan mengisap jari telunjukku.
” Ir, kamu sekarang ini selama ngentot sering sekali mengisap jari telunjuk mas, dan kelihatannya Ira makin sangat terangsang kalau selama ngentot Ira dapat mengisap jari telunjuk mas. Pasti kamu sangat menikmatinya ‘kan ?”, tanyaku.
Ira menjawab
” Ira makin terangsang kalau Ira dapat mengisap jari telunjuk mas karena jari-jari mas sekali-kali menyentuh langit-langit mulut Ira, rasanya geli dan sangat merangsang sekali “. Dari jawabannya tersebut aku mulai menduga-duga jangan-jangan pikiran Ira selama ngentot pada akhir-akhir ini telah diisi dengan fantasi seksualnya yang baru.
Aku memiliki keyakinan bahwa jari telujukku itu pasti dibayangkan oleh Ira sebagai kontol kedua yang dapat dinikmatinya bersama-sama dengan kontolku. Keyakinan itu timbul dari expresi Ira selama mengisap jari telunjukku. Ira begitu menikmatinya !.
“Ir, kalau Ira mau bagaimana kalau kita coba untuk melakukan “threesome” dengan menambah satu orang laki-laki lagi dalam acara ngentot kita “, tanyaku.
Ira tersentak kaget dengan tawaranku, dan sejenak dia hanya terdiam saja. Aku mencoba untuk menjelaskan pada Ira bahwa tawaran ini tentunya hanya sebuah tawaran yang dapat ia tolak, kalau memang Ira tidak menginginkannya. Tapi sewaktu aku menyinggung kepada kebiasaannya pada akhir-akhir ini Ira senang menjilati dan mengisap jari telunjukku selama ngentot, Ira menimpalinya dengan mengatakan
“mas memang benar, karena pada akhir-akhir ini Ira sering ber-fantasi bagaimana rasanya tubuh Ira ini dijamah dan dicumbu oleh dua orang laki-laki dan Ira dapat bermain dengan dua kontol sekaligus dalam satu tempat tidur ……… meskipun Ira takut untuk mencobanya, tapi keinginan untuk mencoba hal itu selalu muncul setiap Ira ngentot, baik itu dengan mas maupun dengan suami Ira, tapi Ira masih ragu-ragu dan takut “. Aku mencoba lagi untuk meyakinkan Ira ,
” memiliki perasaan ragu-ragu dan takut untuk mencoba sesuatu yang baru adalah sangat wajar sekali, tetapi yang paling penting disini adalah keputusan dari Ira sendiri, apakah Ira mau mencobanya atau tidak “, ungkapku.
” Ira mau mas, tapi takut makin bertambah orang yang tau bahwa Ira sebagai seorang istri ternyata tidak setia pada suaminya sendiri, dimana sekarang ini ‘kan hanya mas yang tau “, ujarnya.
” Yang penting adalah keputusan Ira bahwa Ira mau mencobanya, soal Ira takut bertambahnya orang yang mengetahui selingkuhnya Ira akan menjadi tanggung jawab mas. Mas sendiri ‘kan harus dapat menjaga kerahasiahan diri mas sendiri, jadi Ira tidak usah khawatir “, kataku.
Bagi aku sendiri melakukan “threesome” sudah sering aku lakukan bersama-sama dengan sahabatku yang bernama Iwan, masih bujangan meskipun sudah berumur 32 tahun. Iwan ini adalah ” lady killer” yang berpostur tinggi, tegap serta ganteng dan kontolnya untuk ukuran orang Indonesia termasuk gede. Selain postur tubuhnya kelebihan lain dari Iwan ini adalah supel dan mudah akrab dengan orang-orang yang baru dikenalnya serta dapat dipercaya. Aku hubungi dia, dan dia setuju dan menunggu untuk dihubungi oleh aku kembali.
Pada hari yang telah direncanakan aku menghubungi Ira dan mengatakan pada Ira bahwa hari ini aku akan memperkenalkan temanku kepadanya.
“mas, sungguh-sungguh dengan rencana ‘ threesome’ itu ? “, tanya Ira.
Aku menjawab
” itu soal nanti yang penting kita bertiga ketemu dulu dan tentunya Ira sendiri yang harus memutuskan apakah akan dilanjutkan dengan acara ‘ threesome ‘ atau tidak “.
“Oke, mas, jemput Ira ditempat biasa jam 11 ‘ya “, pinta Ira.
Jam 10.30 aku bersama Iwan meluncur untuk menjemput Ira. Sesampainya ditujuan, begitu Iwan melihat Ira, Iwan berkomentar
” Gila tu binor (bini orang) keren banget, mengapa baru sekarang ‘man gue dikenalin “. Aku kenalkan Iwan pada Ira, dan kita bertiga, Ira duduk didepan disamping aku, meluncur ke arah utara kota Jakarta.
Selama diperjalanan Iwan secara aktif membuka pembicaraan dengan Ira untuk membuat suasana lebih akrab lagi antara dia dengan Ira. Tujuanku adalah sebuah motel didaerah Pluit yang bernama PT, di motel ini selain kamarnya bagus juga makanannya enak-enak. Makan siang dilakukan di dalam kamar, dan selesai makan siang dilanjutkan dengan nonton laser disc sambil ngobrol-ngobrol. Pada waktu Ira selesai dari kamar mandi, dekat pintu kamar mandi aku sempat bertanya kembali kepada Ira apakah Ira mau lanjut dengan acara ‘ threesome ‘ atau Ira merasa tidak cocok dengan Iwan. Ira menjawab
” Iwan ganteng mas, dan untuk acara ………. “, Ira diam, dan hanya tersenyum penuh arti kepadaku.
Aku dapat menangkap isyaratnya. Ira mau untuk mencoba ‘ threesome ‘ tetapi malu untuk mengatakannya. Kembali kekamar tidur, Ira duduk di-sofa disamping Iwan, dan aku duduk disebelah kanan Ira. Posisi duduk di-sofa itu menjadi Ira duduk ditengah diapit oleh aku disebelah kanan dan Iwan disebelah kirinya. Film yang diputar melalui laser disc cukup seru, sebuah film drama percintaan dengan diselingi adegan-adegan ranjang yang halus tetapi cukup merangsang. Obrolan diantara kita bertiga semakin hidup, dan kelihatan kekakuan Ira dengan kehadiran Iwan sebagai kenalan barunya sudah mulai hilang.
Aku berpikir bahwa kini sudah saatnya untuk aku memulai berinisiatif “menyerang” Ira. Tanganku mulai mengelus paha putih Ira, Ira melirik kepadaku dan tersenyum cantik sekali. Elusan-elusan tanganku di atas paha putih Ira terus kulakukan yang dengan sekali-kali sengaja tanganku menyusup lebih tinggi lagi mendekati pangkal paha Ira. Hal itu aku lakukan dengan mataku tetap menatap layar tv, dan sekali-kali aku mencuri pandang melihat kepada Iwan. Sampai tahap ini Iwan masih belum bereaksi, pandangannya tetap mengikuti film yang tertayang di tv. Rok mini Ira makin tersingkap, dan tanganku dengan leluasanya merambah dan mengelus naik turun sampai kesekitar pangkal pahanya, Ira mulai sering menggelinjang menahan rangsangan akibat dari apa yang aku lakukan ini.
Kesempatan ini aku pergunakan untuk terus lebih merangsang Ira dengan mulai menyusupkan tangan kananku kedalam blues Ira, pangkal toketnya mulai aku sentuh dan Ira mendesis sambil tetap berusaha mempertahankan posisi dirinya agar tidak semakin doyong bersandar ketubuh Iwan. Tanganku masih belum begitu leluasa untuk meremas dan memainkan toket Ira karena masih terhalang oleh BH yang dipergunakannya. Maka kembali tangan kananku kuturunkan untuk kembali mengelus paha Ira dan kali ini tanganku mulai menyelinap ke balik CD-nya. Ira tersentak menahan rangsangan ketika tanganku menyentuh clit-nya, dan tanpa sadar kepala Ira jatuh didada Iwan. Dengan sigap tangan kiri Iwan menyangga kepala Ira dan tangan kanannya mulai meraba toket Ira.
Ira mulai merintih lirih menahan nikmat. Dengan tangan kanannya Iwan mulai melepaskan kancing baju atas Ira satu persatu. Sedangkan aku sendiri makin ganas memilin clit Ira dengan tanganku. Erangan Ira semakin keras, ketika tangan Iwan berhasil menyusup kebalik BH Ira dan mulai meremas toket Ira dengan remasan-remasannya yang mampu membuat Ira sangat terangsang. Goyangan kepala Ira semakin liar, dan dengan tangan kirinya Iwan mengangkat muka Ira keatas sehingga posisi bibir Ira sangat dekat dengan mulut Iwan. Tanpa menunggu lagi, Iwan melumat bibir Ira dengan bernafsunya dan Irapun membalasnya dengan tidak kalah buasnya. Aku angkat kedua kaki Ira keatas pahaku, kemudian kaki kanannya aku sandarkan disandaran sofa.
Dengan posisi seperti ini tanganku semakin bebas memainkan clit Ira yang sudah mulai basah. Aku melihat kepada Iwan, ternyata tangan kanannya masih terus meremas-remas toket Ira, dan bibirnya sibuk mengulum bibir Ira. Begitu Iwan melepaskan lumatannya, Ira berteriak
” Pindah ke tempat tidur …….. Ira ingin lebih bebas menikmati kalian berdua “. Iwan dan aku bersama-sama mengangkat Ira ketempat tidur.
Aku lepaskan rok mini Ira berikut CD-nya sedangkan Iwan melucuti baju dan BH-nya. Ira sekarang telah telanjang bulat dan badan yang putih serta montok itu seakan menantang untuk dirajah oleh aku dan Iwan. Aku lebarkan kaki Ira, sehingga tampak jelas menonjol clit Ira yang merah kecoklatan. Kuturunkan kepalaku untuk mulai melumat dan mengisap clit Ira.
“Oh…. oh…. mas, Ira suka banget isepan mas pada clit Ira “, Ira mengerang menahan rasa gairah yang aku berikan.
Iwan mulai turut dalam permainan ini, dia menekukan lututnya diantara kepala Ira sehingga posisi kontolnya jatuh tepat di atas mulut Ira. Disodorkan kontolnya mendekati mulut Ira dan aku lihat Ira sempat melihat ke wajah Iwan sambil tersenyum dan langsung mulai menjilati kontol Iwan. Tangan Iwan dengan leluasanya meremas dan memilin toket Ira. Sedangkan aku sendiri terus melumat clit Ira. Sekarang tangan kananku yang memilin clit Ira, sedangkan dua jari tangan kiriku aku masukkan kedalam memeknya.
Ira mengelinjang dan menggerak-gerakan pantatnya naik-turun seolah-olah dia sedang ngentot. Aku bertanya kepada Ira ” Apakah kamu suka dengan cara kita berdua ini ? “, Ira hanya mampu menjawab dengan cara mengangukkan kepalanya, karena mulutnya masih berusaha untuk dapat mengisap kontol Iwan sampai pada pangkalnya.
Kontol Iwan memang besar, kelihatan Ira kesulitan untuk mengisap kontol tersebut sampai kepangkalnya. Aku lihat akhirnya Ira melepaskan isapan atas kontol Iwan dan berkata
” Wan, kontol kamu luar biasa gedenya, Ira susah ngisepnya….. “. Aku menimpalinya dengan berkata
” tapi kamu suka ‘kan sama kontol Iwan ? “, Ira teriak
“suka banget, mas” Aku berkata pada Iwan ” Wan, sekarang kamu entot Ira dulu supaya dia bisa ngerasain gedenya kontol kamu “. Tanpa menunggu lebih lama lagi Iwan langsung menempelkan kontolnya di bibir memek Ira dan mulai menggesek-gesekannya.
Ira merintih menahan nikmat dan aku sendiri sangat terangsang melihat adegan itu. Kontolku berdiri keras sekali tetapi sementara ini aku tetap ingin menjadi penonton dulu. Kontol Iwan agak kesulitan untuk menembus memek Ira. Baru ujung kontolnya masuk Ira sudah menjerit
” Wan….. gila…. sakit….. rasanya kaya lagi waktu Ira dulu diperawanin “. Aku memancing fantasi Ira dengan mengatakan
” itu bukan Iwan tetapi Dodi “. Pancingan ku berhasil, Ira mendesis sambil merintih ” mas Dodi, Ira mau diperawanin ‘ya “. Iwan adalah partner aku yang baik dan sudah terbiasa dengan situasi semacam ini dan dia menjawab
” Ira sayang mas Dodi ‘kan ?,….. biarkan kontol mas Dodi masuk ke memek Ira “. Iwan menekan kontolnya agar dapat masuk lebih dalam lagi.
Ira bereaksi dengan berteriak
” ach…..achh… sakit mas….pelan-pelan “. Aku melihat dengan jelas bagaimana sulitnya memek Ira untuk menerima kontol Iwan, dan adegan ini membuat aku semakin terangsang, tetapi aku mencoba untuk menahan diri untuk tidak segera berpartisipasi agar tidak kehilangan adegan yang merangsang ini. Ira mengerang
” acchhhh……. pedih… mas Dodi ……please fuck me slowly……. ..I like your cock…..so big…acchhh….. . slowly darling ……”, separuh dari kontol Iwan berhasil masuk ke memek Ira, dan Ira sendiri berontak liar menahan rasa pedih dan nikmat yang dirasakannya.
Aku justru mendorong Iwan agar lebih menancapkan kontolnya di memek Ira dengan berkata
” ayo Dod…. fuck her….. Ira minta di-entot sama kontol kamu “, dan akupun bertanya sama Ira
” bener ‘kan Ir, ……kamu senang ‘kan di-entot Dodi…….. jawab dong….. kalau tidak nanti Dodi cabut lagi kontolnya dari memek Ira “, Ira berteriak
” yessss…….. Ira pengen banget kontolnya mas Dodi …..”. Mendengar teriakan Ira tersebut, Iwan langsung menekan kontolnya lebih dalam lagi ke memek Ira, dan Ira menjerit
” addduuuhhhhh…… so big….. painfull but nice…… fuck me deeply mas Dodi “. Ira meronta-ronta kenikmatan mendapatkan kontol yang jauh lebih besar dari punyaku.
Jeritan-jeritan Ira semakin keras, dan badannya meronta liar tak terkendali ketika Iwan membalikkan badan Ira pada posisi doggy style. Iwan sendiri kelihatan begitu bernafsu mengentot Ira dari belakang, dia tidak mengurangi sama sekali genjotan kontolnya kedalam memek Ira meskipun Ira terus merintih antara sakit dan nikmat. Aku sudah tidak tahan lagi melihat adegan semacam itu, segera aku berdiri didepan kepala Ira dengan posisi kaki yang kurentangkan sehingga kepala Ira berada diselangkanganku. Aku sodorkan kontolku kemulut Ira untuk dijilati dan diisapnya. Ira sudah diluar kendali,
“mas Dodi……. ini kontol siapa laag ………”, belum selesai Ira berkata, kontolku sudah masuk dimulut Ira dan Ira dengan bernafsunya menjilati dan mengisap kontolku.
Hentakan kontol Iwan dari belakang membuat Ira lebih tidak terkendali lagi di dalam mengisap kontolku sehingga rasa nikmat yang aku rasakan sulit untuk diungkapkan. Ira melepaskan isapannya atas kontol aku, dan mengerang serta berteriak keras sekali
“…… mas Dodi……… Ira coming……….. Ira engga tahan lagi….. addduhhhhh ohhhhh…. so nice……. “, badannya sejenak bergetar liar……. dan kemudian melorot rebah seperti tidak berdaya menahan rasa nikmat yang baru saja diperolehnya.
Iwan menarik kontolnya dari memek Ira secara perlahan-lahan diiringi dengan lirihan Ira
” aaaduuuhhhh ….. nikmat sekali…….”. Untuk beberapa saat kita bertiga tidak ada yang bersuara.
Keheningan terpecahkan ketika Ira berkata
” sorry ‘ya ‘Wan, tadi Ira teriak manggil-manggil nama mas Dodi ….. abis waktu kontol mas Iwan mau masuk ke memek Ira, rasa sakit dan pedihnya sama banget sewaktu Ira diperawanin oleh mas Dodi …. jadi Ira inget dia….. “.
” yang penting buat mas Iwan, Ira puas dan justru sewaktu Ira mulai menyebut-nyebut nama mas Dodi, mas Iwan semakin terangsang karena ngebayangin diri mas Iwan sebagai Dodi yang lagi merawanin Ira “, jawab Iwan.
Ira melirik ke Iwan dan sambil loncat kekamar mandi Ira berkata
” giliran kalian berdua ‘ya untuk coming ……be back soon “. Keluar dari kamar mandi, Ira berdiri menghadap kekaca rias sambil menyisir rambutnya.
Aku harus mengakuinya bahwa postur tubuh Ira memang indah, putih dengan bentuk buah dada yang tegak menantang. Dalam posisi Ira masih berdiri menghadap kaca, aku sudah berdiri memeluknya dari belakang, secara perlahan kutelusuri tengkuknya dengan bibirku. Ira menggelinjang geli. Ciuman-ciuman kecil terus aku lakukan disekitar tengkuknya sambil tanganku dengan halusnya mulai mengelus buah dadanya. Tampak dikaca Ira berusaha untuk tidak memejamkan matanya, Ira berusaha untuk dapat melihat buah dadanya di-elus dan diremas oleh kedua tanganku. Ira kelihatannya menikmati sekali adegan ini.
” ‘Wan, …. lets joint with us …… “, ajakku.
Iwan beranjak dari tempat tidur dan langsung berjongkok diantara kaki Ira menghadap ke clit-nya Ira. Iwan mulai memainkan lidahnya menjilati sekitar bibir memek Ira, dan Ira tetap bertahan untuk terus menatap ke kaca . Tangan Ira memegang rambut Iwan, dan kepala Iwan digoyang-goyangkannya seolah-olah Ira menuntun lidah Iwan agar jilatannya jatuh ditempat yang diinginkannya. Nafas Ira memburu, desahan rasa nikmat yang dialaminya mulai terdengar
” ….. ohhh ….acchhhh shhhhhn….. adduhhhh…… “. Tanganku masih terus meremas dan memilin puting toket Ira. ” Ir, lihat dikaca, ….. lihat…clit kamu lagi di-isap dan dijilati Iwan, dan toket kamu sedang mas remas-remas…..lihat…..” , bisikku.
Ira menatap kaca dan merintih lirih
” ……. keep on doing……. Ira suka baaangeeet……. enak…..”. Aku basahi dengan ludah jari telunjukku, dan secara perlahan-lahan kutusukan kedalam anus Ira.
Ira meronta, dan sambil tetap memegangi rambut Iwan untuk supaya tetap menjilati clit-nya, Ira mulai menggoyangkan pantatnya dengan maksud agar jariku dapat masuk lebih dalam lagi di anusnya. Ira sudah lepas kendali, berteriak dan meronta menuntut yang lebih dari yang sedang dirasakannya saat ini. Aku basahi sekitar anus Ira dengan ludahku demikian pula kontolku. Perlahan tapi pasti, kontolku aku tekan ke anusnya, Ira menjerit ketika kontolku berhasil masuk ke anusnya. Dengan posisi berdiri, Iwan mulai berusaha untuk memasukkan kontolnya ke memek Ira. Tekanan-tekanan kontol Iwan yang berusaha untuk masuk ke memek Ira, secara tidak langsung menekan lebih dalam lagi kontolku terbenam di memek Ira, rasanya luar biasa nikmat.
Kontol Iwan berhasil masuk ke memek Ira dan gerakan Ira semakin tidak terkendali karena setiap tekanan yang aku lakukan membuat kontol Iwan masuk semakin dalam, demikian sebaliknya kalau Iwan yang melakukan tekanan. Rintihan, teriakan dan gerakan Ira luar biasa sekali, Ira benar-benar menikmatinya. Ira merintih,
” ohhhhhhhhhh, I’m coming again…… shhhhehhhhh,…aaddduuuuhhhh, aaacchhh …” , melihat Ira meronta-ronta aku tidak tahan lagi, aku tekan dengan dalam kontolku di anus Ira, diam tanpa gerakan untuk dapat merasakan sepenuhnya jepitan anus Ira di kontolku akibat kontraksinya lubang anus Ira.
” ooohhhh…Ira……. mas mau keluar……. auuuuccchhhh….. shhhiiiiittttt……. I’m coming …Ira “, teriakku sambil meremas kencang toket Ira. Kudekap Ira dengan kedua lenganku, sedangkan Iwan dengan ritme yang pelan tetap masih mengentot Ira, Ira sudah tidak mampu lagi untuk membuka matanya, bibirnya terkatup menahan rasa nikmat.
Perlahan-lahan kucabut kontolku dari anus Ira dan membiarkan Iwan sambil berdiri meneruskan mengentot Ira Aku duduk di-sofa memperhatikan mereka berdua ngentot. Iwan mengangkat Ira ketempat tidur, dengan posisi kaki Ira terjuntai kelantai, Iwan berusaha untuk memasukkan kontolnya lagi ke memek Ira. Kontol Iwan yang begitu gede berhasil masuk separuhnya ke memek Ira, dan Ira pasrah menerimanya ketika Iwan menekankan kontolnya sampai masuk seluruhnya.
“adduhhhhh…. “, hanya itu yang dapat diucapkan Ira. Gerakan Iwan dalam ngentot Ira tetap stabil, perlahan, tetapi setiap menekan Iwan selalu menekan kontolnya sampai masuk semuanya.
Reaksi dari entotan Iwan ternyata luar biasa sekali, setiap Iwan menekankan kontolnya Ira pasti merintih
” mas Iwannnn…. ampun…..ampun mas…….. Ira puas bangeeetttt-bangeeettt “, tanpa sadar kontolku berdiri lagi tetapi aku merasa kasihan kepada Ira kalau harus menangani kontolku lagi.
Aku mendekat kepada Ira dan dengan halus ku-usap dan kuremas-remas buah dadanya. Remasan-remasan yang aku lakukan membuat Ira makin merintih, dan rintihan Ira yang semakin keras tersebut merangsang Iwan untuk lebih mempercepat entotannya.
“mas Iwan…… Ira ampun……. Ira mau keluar lagi…….aaacchhhhhhhhh ……..Ira keluar….. oocchhhhhh “, teriak Ira, dan bersamaan dengan teriakan Ira tersebut kulihat Iwan memperlambat entotannya dan menanamkan seluruh kontolnya dalam-dalam ke memek Ira sambil berteriak
” Irrrrrr, mas … mau keluar…. accchhh adduhhhhhhh “, badan Iwan meregang tegang menahan nikmat dan beberapa saat kemudian merebahkan badannya memeluk Ira sambil mencium bibir Ira dengan mesranya.
Ira tidak bersuara,demikian pula Iwan dan aku, kita masing-masing jalan dengan pikiran dan lamunannya sendiri-sendiri. Jam 19.00 kita bertiga meninggalkan motel PT, ditengah jalan Ira berkata ” …mas Iwan kotolnya ‘ko bisa gede begitu sih….. rasanya sampai sekarang masih mengganjal saja di memek Ira “. Iwan hanya tertawa dan sambil berseloroh menjawab
” kamu salah Ir, yang gede bukan kontol mas Iwan… tapi memek kamu yang terlalu sempit “, kita bertiga tertawa lepas dan sepakat untuk melakukannya lagi.
Surat Terbuka kepada Ahok dari Seorang Pembantu di Hong Kong,Mengharukan!!
Dengan linangan air mata penuh keharuan, ku tulis surat ini kepadamu kekasihku Ahok. Meski aku sadar bahwa diriku hanya seorang pembantu di negeri orang.
Dan meski saya tidak memiliki hak pilih untuk menentukan pemimpin DKI 1 untuk 5 tahun ke depan.
Aku harus ungkapkan suara hatiku ini kepadamu, kepada seluruh Indonesiaku.
Doa dari seseorang pembantu yang rindu perubahan.
Kecintaan dari seorang pembantu yang bekerja di negeri orang.
Semoga negeriku tidak serendah diriku.
Mendambakan negeriku yang punya harga diri dan tidak dipandang sebelah mata . Meski saya di kecilkan karena berstatus pembantu.
Hinaan, caci maki, stampel bodoh kerap menderaku. Tapi kesetiaanku pada kebenaran tak akan goyah. Kecintaanku pada negeriku tak akan berubah.
Ahok....
Ketika kau mendampingi Jokowi. Kala itu Jokowi yang hanya orang ndeso dari pinggir kali. Mampu mengusik sanubari, beginilah sosok pemimpin negeri yang kami impi.
Lembut namun tegas. Tegas namun adil.
Tidak jumawa, tak banyak cakap tak bayak gaya.
Berprinsip kerja kerja dan kerja. Langkahnya dinamis, trengginas namun berwibawa.
Dan kepada Jokowi kami titipkan suara kami.
Sosok yang mewakili kami, orang orang pinggiran yang terabaikan.
Ahok....
Dan kau Ahok , pun telah mencuri hatiku, hati kami, hati orang orang yang rindu akan perubahan.
Yang muak dengan segala dagelan.
Kita sebagai sesama anak ibu pertiwi, bukan agama, warna kulit atau dari mana berasal yang membedakan kita, karena Bhineka Tunggal Ika sudah menyatukan darah merah putih kita.
Tak ada alasan bagi siapapun untuk mengkotak kotakan sesama anak bangsa.
Tak ada toleransi untuk saling merendahkan, entah karena profesi apalagi SARA.
Jika memang ia mampu dan layak untuk menjadikan negeri ini bermartabat, maka tak ada alasan untuk menjegalnya. Kecuali dia punya kepentingan tersembunyi.
Ahok kekasihku!
Kami tahu, bahwa kami tercampak selama ini adalah karena kemiskinan yang sistemik. Kebobrokan pemimpin mengurus daerahnya di tengah negeri kita yang kaya.
Korupsi , kolusi, nepotisme, mafia yang menguasai kekayaan negeri di segala lini. Mereka yang selama ini berlomba lomba mengejar tampuk kekuasaan hanya untuk memperkaya diri dan kroni.
Coba tanyakan pada seluruh kawan, adakah kami rela meninggalkan sanak, keluarga yang tercinta hanya untuk menjadi orang kecil buangan di negeri tetangga?.
Sedang negeri kami, negeri yang sangat kaya ?.
Kini di negeri orang , kami di hadapkan pada pemandangan kehidupan masyarakat yang makmur.
Dengan lapangan kerja tersedia, jaminan sosial yang merata. Fasilitas umum yang tertata. Itu karena mereka, para penguasa yang benar bekerja dan bekerja dengan benar.
Padahal mereka bukan negeri besar.
Sungguh ironis jika dibandingkan dengan negeriku yang sangat luas, dari sabang sampai merauke , yang subur gemah ripah loh jinawi, katanya.
Selama ini kebobrokan itu didiamkan. Banyak orang baik hanya diam bahkan bersekongkol dengan mereka.
Banyak orang mengaku beragama tapi jadi topeng untuk menutupi kebejatan dan ketidak becusannya.
Lalu engkau datang Ahok ku.....
Engkau hajar kebobrokan yang membuat kami terbuang selama ini.
Engkau bongkar kebusukan dan kerakusan pejabat-pejabat selama ini yang merampok uang untuk kesejahteraan kami.
Engkau layani wargamu.
Engkau lindungi wargamu. Engkau pertaruhkan keselamatan jiwa dan keluargamu. Engkau menjadi tameng bagi wargamu, rakyatmu.
Tak ada kata takut dalam kamusmu ketika kau berhadapan dengan perampok uang rakyat yang berwajah manis lagi santun namun sejatinya penyamun.
Aku selalu ikuti sepak terjang mu.
Sudah lama kutunggu muncul sosok yang berani melawan bandit-bandit pembajak negeri ini.
Ucapan kasarmu membahana menggetarkan tatanan indah nan porak poranda. Menciutkan nyali para tikus berdasi. Tegasmu menakutkan para birokrasi-birokrasi yang lamban dan pemalas.
Terimakasih Ahok ku...
Semua daerah membutuhkan sosok sepertimu.
Sosok pemimpin di daerah yang tidak mencampakkan kami lagi dan generasi selanjutnya. Sosok mu adalah simbol perlawanan pada kemunafikan orang mengaku beragama. Kehadiranmu adalah pecut tajam bagi yang mengaku orang asli di negara ku.
Kini ada rasa bangga ketika di daerahku Batang, muncul Yoyok bupati serupa Ahok .Bekerja melayani rakyat sepenuh hati.
Transparan dalam administrasi. Bersih kencar kencar terang laksana surya itulah semboyan warga Batang.
Semoga di bawah kepemimpinan Yoyok Batang berkembang bukan lagi impian.
Selain tentu saja pemimpin di daerah lain yang Sudah bekerja maximal membangun dan memajukan daerahnya membuatku bangga.
Semoga muncul sosok sosok sepertimu di banyak tempat. Sosok yang tegas berhati lembut. Sosok yang berani berkata tidak pada para mafia.
Maju terus Ahok ku. Jangan gentar ! Meski aku pembantu aku loyal berjuang disampingmu Mengelap darah-darah luka sekujur tubuhmu.
Dari ku Jokowi Loverwati yang lebih cinta Indonesia.
Nb: Kalau ada yang berbeda pandangan, akan lebih elok mempertahankan pendapatnya tanpa merendahkan suku atau profesi sesama anak bangsa dan STOP SARA jika mengaku Cinta NKRI!
Biken 26/03/16 Sai Wan Ho - Hong Kong
Salam Damai Anak Negri.
Kompasiana
Pelaku Percobaan Pencurian di Sintang Tewas Tersengat Listrik
Aksi YN (20), warga asal Sungai Pukat berujung tragis. Belum berhasil menjalankan misi jahatnya, pria yang diduga akan melakukan percobaan pencurian pada sebuah toko di Pasar Inpres harus meregang nyawa lantaran tersengat aliran listrik.
Informasi meninggalnya YN, didapatkan pihak Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sintang saat pemilik toko memberitahukan kepada pihaknya.
"Setelah mendapat laporan, anggota kami langsung mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara;red) ditemukannya jenazah YN. Lalu kami lakukan proses identifikasi, dibawa ke RSUD Ade M Djoen untuk visum sekitar pukul 15.30 WIB," ungkap Kasatreskrim Polres Sintang, AKP Samsul Bakrie kepada Tribun Pontianak di RSUD Ade M Djoen Jumat (25/3/2016) pukul 17.40 WIB.
Berdasarkan info yang dihimpun, dugaan sementara korban merupakan pelaku percobaan pencurian.
"Dugaan sementara, korban tersengat aliran listrik. Itu hasil sementara, tapi lebih jauh masih dalam proses penyelidikan. Kami akan lakukan olah TKP dulu. Termasuk berkoordinasi dengan pihak keluarga apakah bersedia diautopsi atau tidak," tandasnya.
Sementara itu, pihak keluarga tidak ingin dilakukan autopsi terhadap YN. Pantauan Tribun, tak lama usai wawancara bersama Kasatreskrim, mobil ambulance yang disiapkan pihak keluarga siap menjemput jenazah YN.
"Sepertinya pihak keluarga tidak menginginkan autopsi. Itu sudah mau dibawa ke rumah duka," ucap Kasatreskrim.
Subscribe to:
Posts (Atom)






