Thursday, December 3, 2015
Janganlah Mengharapkan Ini Saat Malam Pertama, Baca Beberapa Hal Yang Perlu Anda Ketahui
Malam pertama selalu jadi malam yang diimpikan banyak pasangan yang baru menikah terutama pasangan yang dijodohkan. Malam pertama selalu identik dengan aktivitas bercinta.
Kegiatan di ranjang saat malam pertama haruslah dilakukan secara hati-hati dan matang. Tapi, untuk beberapa pasangan janganlah terlalu banyak berharap pada kegiatan bercinta pertama kali Anda pascamenikah. Kenapa demikian? Berikut merupakan daftar hal-hal yang tidak diharapkan pada malam pertama.
1. Bercinta yang hebat
Pikirkanlah secara logis. Anda berdua terlalu lelah setelah menjalani proses pernikahan yang panjang. Jangan terlalu berharap mendapatkan kegiatan bercinta yang hebat pada malam ini. Biarkanlah lakukan secara perlahan dan cobalah dengan hanya memeluk serta melakukan keintiman sepanjang malam.
2. Anda perlu mengalami orgasme
Orgasme juga sangat diharapkan satu sama lain disetiap pasangan. Memberikan klimaks yang sempurna bisa didapatkan kapan saja. Tidak harus pada malam pertama. Anda bisa menunggu dengan sedikit lebih sabar momen yang tepat di lain hari.
3. Anda perlu berpura-pura 'orgasme'
Bukan berpura-pura dengan memancarkan kegembiraan saat setelah bercinta. Ini bisa dengan hanya melakukan kegiatan romantis dengan berbicara tentang bagaimana posisi bercinta yang penuh gairah untuk bercinta ke depannya. Atau Anda hanya perlu berpura-pura sudah puas dengan pasangan Anda dengan hanya melakukan kegiatan tersebut. Karena Anda mungkin menyadari pasangan Anda sudah terlalu lelah untuk melakukan kegiatan intim.
4. Anda harus berbicara tentang 'hubungan badan'
Malam pertama tidak selalu identik dengan kegiatan bercinta di atas ranjang. Malam pertama bisa menjadi salah satu obat pencair suasana canggung untuk pasangan yang menikah karena perjodohan. Nikmati saat-saat bersama-sama dengan mencoba untuk mengetahui kesukaan masing-masing.
5. Jadi yang pertama untuk pria
Ada mitos yang menyebutkan jika saat malam pertama, pria mengharapkan beberapa inisiatif datang dari wanita. Jadi untuk wanita mulailah terbuka dan berbagi cinta serta memberikan pengertian bahwa Anda telah jatuh ke dalam pelukannya. Jangan hanya menunggu pria untuk melakukannya terlebih dahulu.
Demi Cinta, Banyak Pria yang Berpura-pura Orgasme
Tak sedikit studi yang mengonfirmasi bahwa wanita seringkali pura-pura orgasme kala bercinta dengan suami. Lebih kurang sebanyak 70 persen wanita mengaku memalsukan orgasme. Fakta ini dirangkum oleh sebuah penelitian di masa lalu.
Namun, sebuah studi di Harvard University mengatakan hal sebaliknya. Ternyata, tak sedikit pria yang pura-pura bahagia mencapai klimaks ketika bercinta dengan istri. Mengenai hal ini, Abraham Morgentaler, penulis Why Men Fake it: The Totally Unexpected Truth, mengatakan bahwa banyak pria secara jujur mengaku tak jarang memalsukan orgasme.
“Alasan yang diungkapkan responden pria dalam hasil survei, menujukkan bahwa mereka melakukan itu demi menjaga perasaan pasangan,” jelas Morgentaler.
Morgentaler mengemukakan, kala pria jatuh cinta, mereka mendedikasikan seluruh hati dan hidupnya pada pasangan. Bahkan, mereka menginginkan segala yang terbaik untuk pasangan masing-masing.
Hasil survei Morgentaler menyimpulkan bahwa hanya satu dari 10 pria yang bertahan dengan perangai buruk ketika mereka jatuh cinta. Sisanya, mengaku rela berkorban untuk pasangan tercinta, tak terkecuali soal urusan ranjang.
Morgentaler yang juga seorang profesor urologi Harvard menambahkan bahwa memalsukan orgasme bukan hal yang mudah untuk pria. Namun, bagaimana cara melakukannya belum diketahui dengan jelas
Wednesday, December 2, 2015
Arab Saudi Bantah Telah Mengeksekusi Seekor Kuda Gay
Pemerintah Arab Saudi membantah sejumlah laporan yang menyebut kerajaan itu melaksanakan hukuman mati untuk seekor kuda yang diyakini gay pada akhir bulan lalu.
Sejumlah laporan menyebut, kuda jantan berharga 20 juta dolar AS itu tertanggap basah melakukan hubungan seksual dengan kuda jantan lainnya setidaknya dua kali.
Kabar kuda gay itu kemudian menarik perhatian Dewan Dakwah Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan yang disebutkan langsung memerintahkan agar kuda tersebut dieksekusi.
"Saat kabar itu disampaikan kepada pemerintah, kuda tersebut langsung dibawa pergi dan diisolasi," demikian kabar yang dimuat dalam situs berita Gulf News.
"Keputusan ini diambil untuk menyampaikan pesan bahwa homoseksualitas, apapun bentuknya, tak ditoleransi di kerajaan itu," masih menurut Gulf News.
Kuda berusia empat tahun bernama Al-Hadiye itu adalah milik Pangeran Alwaleed bin Talal.
Dalam balapan terakhir kuda ini berhasil memenangkan hadiah sebesar 6 juta dolar AS.
Al-Hadiya juga menjuarai Kejuaraan Balap Kuda Nasional Arab Saudi dan perlombaan kuda internasional di Qatar.
Ditemukan, Ikan Berdarah Panas Pertama di Dunia
Sejak di sekolah dasar, guru selalu mengajarkan bahwa burung dan mamalia adalah hewan berdarah panas, sedangkan ikan, reptilia, dan amfibi adalah hewan berdarah dingin. Namun, penemuan yang dipublikasikan di jurnal Science pada Kamis (14/5/2015) bakal mengubah ajaran itu. Nicholas Wagner, biolog dari Badan Administrasi Atmosfer dan Kelautan Amerika Serikat (NOAA), menemukan ikan berdarah panas pertama di dunia, opah.
Hewan berdarah panas adalah hewan yang mampu mengatur suhu tubuh dengan mekanisme internal. Ada pula yang disebut hewan berdarah dingin yang suhu tubuhnya selalu berubah sesuai dengan lingkungannya dan melakukan adaptasi terhadap suhu dengan perilaku. Hiu dan tuna adalah contoh hewan berdarah dingin. Dua ikan itu bisa menyelam di kedalaman dan suhu dingin tetapi dalam periode tertentu harus kembali ke permukaan untuk melindungi organ vital seperti jantung.
Dalam penelitian, Wagner dan rekannya menandai sejumlah opah yang hidup di lepas pantai California. Mereka melacak pergerakan opah, membaca suhu tubuh, serta suhu dan kedalaman tempatnya bergerak. Wagner mengungkap fakta bahwa ikan yang kadang disebut "ikan bulan" itu mempunyai suhu tubuh yang stabil. Suhu tubuhnya sekitar 7-9 derajat celsius lebih tinggi dari lingkungannya. Jenis itu mempertahankan suhu tubuhnya dengan terus-menerus menggerakkan sirip dadanya.
"Dengan menjadi endoderm (menghasilkan panas dari dalah-berdarah panas), opah tidak perlu bergerak ke permukaan untuk sekadar menghangatkan badan dan bisa tetap di kedalaman dekat dengan sumber makanannya," kata Wagner seperti dikutip Al Jazeera America, Kamis.
Opah adalah ikan pelagis yang berat rata-ratanya 90 kilogram. Tubuh ikan dengan nama Latin Lampris guttatus itu berukuran setara dengan ban mobil dan berbentuk oval. Jenis itu menghabiskan hidupnya pada kedalaman 50-300 meter di lautan untuk berburu cumi-cumi. Owyn Snodgrass dari NOAA menambahkan, opah juga bisa mempertahankan suhu karena struktur unik pada insangnya yang memungkinkan darah yang meninggalkan organ tersebut dihangatkan sebelum disebarkan ke seluruh tubuh.
Di Baca Dan Di Share, Racun Ikan Batu Bisa Bantu Basmi Kanker
Ikan Batu atau Stonefish mungkin merupakan mimpi buruk bagi para penyelam, tapi ikan dengan bentuk yang jelek dan mematikan ini ternyata bisa mengurangi tingkat penolakan transplantasi pada pasien kanker. Para ilmuwan menemukan kesamaan antara bagian yang mematikan dari bisa ikan batu, dan bagaimana sistem imun manusia bereaksi ketika mereka menolak transplantasi sumsum tulang. Temuan ini sangat mengejutkan mengingat ikan batu memiliki reputasi yang buruk.
"Jika sengatannya tidak membunuh Anda, maka akan bisa ikan batu dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa hingga bisa melumpuhkan dan bahkan mungkin mematikan jaringan tubuh dan karenanya besar kemungkinan anggota tubuh itu perlu diamputasi".
Jamie Seymour, seorang profesor dari James Cook University yang mengkhususkan diri pada racun, mengatakan rasa sakit akibat sengatan ikan batu sangat menyiksa.
"Ikan batu merupakan salah satu dari beberapa hewan yang kita tahu hanya akan menggunakan racunnya untuk pertahanan," katanya.
Tetapi ikan ini ternyata mampu membantu para ilmuwan untuk memahami lebih jauh tentang tubuh manusia. Professor James Whisstock dari Universitas Monash mengatakan racun ikan batu mengandung protein perforin yang memiliki kemampuan untuk membuat lubang didalam sel tubuh.
"Kita sangat terkejut ketika menemukan kandungan protein dalam ikan batu ini ternyata berkaitan dengan senjata utama yang digunakan oleh sistem imun tubuh manusia dalam menghilangkan sel-sel yang terinfeksi secara viral dan bersifat ganas seperti sel kanker. "
Respon sistem imun ini memainkan peran penting dalam menggagalkan hingga 30 persen dari transplantasi sumsum tulang, yang digunakan dalam pengobatan leukemia. Jadi memahami bagaimana protein ini membentuk pori dapat membantu para ilmuwan menemukan cara untuk mencegah terbentuknya pori-pori tersebut sesering mungkin, terutama melalui pengembangan penekan sistem imun tubuh.
"Ini memberi kita gambaran tentang bagaimana protein ini bisa berhimpun menjadi besar dan membentuk pori-pori berbentuk cincin," kata Professor Whisstock.
"Dan informasi dari struktur dalam racun ikan batu itu ternyata secara aktif menginformasikan kita mengenai program penemuan obat yang terjadi pada saat ini.
"Struktur racun ikan batu benar-benar memberikan kita sejumlah informasi fantastis mengenai bagaimana mengembangkan molekul yang lebih baik untuk mencegah sistem kekebalan tubuh untuk menjalankan fungsinya ketika kita sedang tidak menginginkannya, misalnya menolak transplantasi organ.
Professor Seymour mengatakan racun sesekali bisa mengandung informasi yang penting dan kemungkinan itu perlu di eksplorasi.
"Jika Anda bisa mengetahui apa sebenarnya struktur dan komponen dari masing-masing potongan-potongan dalam racun ini, maka kita bisa meneliti struktur tersebut dan akhirnya menemukan senyawa baru dari racun tersebut," katanya.
Para peneliti berharap dapat mengembangkan molekul, yang dapat dipindahkan ke pengaturan klinis medik, dalam tiga tahun ke depan.
Inilah Alasan Mengapa Pria Butuh Ciuman dan Pelukan!
Bukan rahasia lagi bila kaum pria lebih sering menginginkan seks, sedangkan perempuan lebih senang untuk dibelai atau dipeluk. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa stereotip itu mungkin telah berubah.
Kaum Adam ternyata juga membutuhkan
belaian dan ciuman. Pelukan dan ciuman, menurut hasil survei bertaraf
internasional yang digagas para ahli sosiologi dari Kinsey Institute
of Indiana University, bahkan lebih penting dalam menentukan
kebahagiaan para pria dibandingkan kaum wanita.
Survei
melibatkan lebih dari 1.000 pasangan di lima negara, yakni Amerika
Serikat, Jerman, Spanyol, Brasil, dan Jepang. Responden yang dilibatkan
adalah mereka yang berusia antara 40 dan 70 tahun.
Semua
pasangan yang menjadi obyek dalam riset ini telah hidup bersama
sekurangnya selama setahun pada saat survei dilakukan. Namun, rata-rata
dari mereka sudah tinggal bersama selama 25 tahun.
Riset menunjukkan, semakin lama
sebuah hubungan terjalin, para pasangan mengaku semakin bahagia dan
menikmati kehidupan seksnya. Namun bagi kaum Hawa, semakin lama
terikat dalam suatu hubungan, mereka semakin dapat menikmati seks yang
lebih baik.
Studi yang dipublikasikan jurnal Archives of Sexual Behaviour
ini juga menunjukkan, peluk cium ternyata tidak banyak berpengaruh
pada kebahagiaan kaum perempuan. Sementara itu, di kalangan pria,
mereka yang mencium dan memeluk pasangannya rata-rata tiga kali lebih
bahagia dibandingkan yang tidak melakukannya.
Menurut
peneliti Julia Heiman, kepuasan seksual di kalangan perempuan telah
meningkat seiring bertambahnya usia karena mereka terus tumbuh dewasa
dan mengalami sedikit tekanan.
"Mungkin
para wanita lebih puas karena ekspektasi mereka berubah, atau
kehidupan menjadi berubah ketika anak-anak berkembang dewasa. Kami juga
mengetahuinya dari penelitian lain bahwa menjalin hubungan jangka
panjang memberi manfaat bagi kesehatan. Kini kami bisa belajar lebih
banyak tentang apa yang membuat suatu hubungan menjadi tahan lama dan
bahagia," ujar Heiman.
Tapi menurut penelitian lain GAK JUGA .
Ada Dua Hal yang Harus Dihindari Oleh Pria Saat Bercinta
Bercinta seharusnya menjadi ritual yang dinanti oleh suami dan istri guna memperkuat jalinan cinta sekaligus menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, beberapa sifat yang kerap dilakukan pria saat bercinta tanpa disadari malah mengurangi kepuasan dan gairah yang seharusnya terbangun.
Nah, apa saja sebetulnya sifat-sifat para pria yang harus dihindari kala bercinta? Berikut ini penjelasannya.
Pertama, pria sering kali terlalu fokus pada orgasme. Barangkali, ini karena media populer maupun film biru menciptakan anggapan bahwa orgasme merupakan sebuah hal yang wajib dicapai saat bercinta.
Menurut Christine Milrod, seorang peneliti dan terapis seks berlisensi, sah-sah saja memberikan sesuatu yang Anda pikir merupakan kepuasan utama sebagai bagian terbaik dari bercinta. Akan tetapi, terlalu fokus hingga terobsesi pada orgasme bukan merupakan sebuah sikap dan pemikiran yang baik.
"Ini adalah momok yang sering kali berujung pada kecemasan terkait performa di ranjang hingga disfungsi ereksi. Sering kali hal ini terjadi pada pria muda yang masih sehat secara fisik. Ini juga dapat membuat pasangan merasa tertekan dan memiliki kewajiban untuk orgasme," ujar Milrod, yang juga merupakan salah satu editor Cultural Encyclopedia of Penis.
Solusinya, Milrod menyarankan Anda untuk tidak terlalu banyak berpikir tentang pentingnya orgasme. Jangan menduga-duga saat bercinta dan pahamilah bahwa tidak semua orang mampu berorgasme. Selain itu, yang lebih penting adalah menikmati sesi bercinta itu sendiri tanpa memiliki kewajiban untuk orgasme atau tidak.
Sifat kedua yang harus dihindari adalah melewatkan sesi foreplay. Perlu dipahami bahwa pria dan wanita mencapai gairah dengan cara yang berbeda. "Banyak pria meyakini bahwa penetrasi dan propulsi akan membuat wanita mencapai orgasme," kata Milrod.
Faktanya, banyak wanita tidak mencapai orgasme vaginal dan sebagian wanita membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk foreplay guna mencapai gairah fisik yang seutuhnya. Tanpa "sesi pemanasan" ini, wanita akan kekurangan lubrikasi natural yang akhirnya menurunkan sensitivitas kulit.
Solusinya, luangkan waktu tambahan selama 20 menit untuk sesi foreplay. Kreativitas Anda pun sangat diperlukan, baik dalam bentuk pemijatan, aktivitas seks oral, atau petting. Selain itu, foreplay juga bisa dilakukan dengan berkirim pesan singkat seksi atau kencan berdua ditemani suasana yang romantis.
Subscribe to:
Posts (Atom)






